search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Istilah Baru Covid-19 Pengganti PDP, ODP, OTG, dan Positif

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 15 Juli 2020 18:30
Achmad Yurianto. foto: istimewa
Achmad Yurianto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan, sebagai bagian dari unsur pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah merevisi empat istilah dalam definisi operasional penangan Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan resmi mengatakan, empat istilah tersebut meliputi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala, (OTG), dan Kasus Konfirmasi.

Ke depannya, maka istilah tersebut akan diubah menjadi kasus suspek, kasus probable, kemudian definisi kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian.

“Orang Dalam Pemantauan, Pasien Dalam Pengawasan, Orang Tanpa Gejala, Kasus Konfirmasi, kita akan ubah menjadi kasus suspect, kasus probable, kemudian kita juga akan mendefinisikan tentang kasus konfirmasi. Lalu, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian,” kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Yuri menjelaskan, perubahan tersebut telah diatur dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Disease 19 atau Covid-19 dengan nomor KMK HK  0107/menkes/413/2020. Surat tersebut merupakan revisi kelima yang kemudian mencabut KMK 247 tentang revisi keempat.

“Ini adalah revisi kelima yang kemudian mencabut KMK 247 tentang revisi keempat,” jelasnya.

Yuri yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan, perbaikan tersebut adalah serial yang kemudian akan gunakan sebagai pedoman di dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top