search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Seks Aman di Tengah Pandemi Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 18 Juli 2020 21:00
DR Dr Muji Jawarman SH MH Sp KK MKes. foto: doelbeckz/pluz.id
DR Dr Muji Jawarman SH MH Sp KK MKes. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – New normal kini berlaku bagi semua lini kehidupan, tak terkecuali kehidupan seksual, khususnya bagi suami istri. Ada beberapa tips aman dan nyaman untuk melakukan hubungan seksual di tengah pandemi Covid-19.

Berhubungan seksual di tengah pandemi menjadi perkara sulit. Kontak fisik dan jarak yang sangat intim antara pasangan saat berhubungan seks ditakutkan banyak orang dapat menularkan virus corona.

Apalagi, menurut DR Dr Muji Jawarman SH MH Sp KK MKes, di masa pandemi ini, tidak dapat dipungkiri rutinitas seksual malah meningkat.

“Efek tinggal di rumah, Work From Home (WFH) ikut berpengaruh pada rutinitas seksual. Jika biasanya hanya 2 sampai 3 kali seminggu, maka saat ini bisa dilakukan hampir tiap hari. Bahkan, 2 sampai 3 kali per hari,” ujar dokter spesialis kulit dan kelamin ini, saat bincang santai dengan Dr Wachyudi Muchsin SH dengan tema ‘Seks Aman di Tengah Pandemi Covid-19’ di Cafe Mylser, Makassar, Sabtu (18/7/2020).

BINCANG SANTAI. DR Dr Muji Jawarman SH MH Sp KK MKes bicang santai dengan Dr Wachyudi Muchsin SH membahas tema ‘Seks Aman di Tengah Pandemi Covid-19’ di Cafe Mylser, Makassar, Sabtu (18/7/2020). foto: doelbeckz/pluz.id

Dokter Muji memberikan beberapa tips untuk Anda melakukan hubungan seksual yang aman di tengah pandemi Covid-19. Yaitu, memperhatikan posisi berhubungan seks yang aman. Selain itu, harus betul-betul bersih dan tetap menerapkan physical distancing.

“Aktivitas seks bisa tetap dilakukan selama pandemi, namun harus memperhatikan kebersihan seks ala physical distancing. Selain itu, yang utama adalah berdoa sebelum memulai,” jelasnya.

“Sebelum berhubungan seksual ada foreplay atau pemanasan, salah satunya ciuman. Jadi pasangan harus betul-betul bersih. Penyebaran virus corona itu, tidak melalui berhubungan seks. Ini sudah dilakukan penelitian di Washington (Amerika Serikat) dan Kolombia. Penyebaran bisa droplet yang terjadi ketika ada orang sakit yang batuk atau bersin, sehingga mengeluarkan percikan cairan atau droplet. Nah, ini rawan saat berciuman,” tambahnya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top