search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Taufan Pawe Diminta Tidak Lupa Diri

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 25 Agustus 2020 22:04
HM Taufan Pawe. foto: istimewa
HM Taufan Pawe. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Nuansa konflik di internal DPD I Golkar Sulsel mulai tercium.

Itu lantaran Ketua Golkar Sulsel terpilih HM Taufan Pawe (TP) melakukan manuver politik dengan menyusun struktur kepengurusan baru secara individu tanpa melibatkan tim formatur yang diputuskan melalui hasil Musyawarah Daerah (Musda).

Padahal, seharusnya penyusunan komposisi pengurus baru di Golkar Sulsel periode 2020-2025 diputuskan secara kolektif kolegial dengan melibatkan empat tim formatur lainnya. Bukan seorang diri Taufan Pawe.

Untuk itu tiga tim formatur lainnya masing-masing, perwakilan dari DPD II Farouk M Betta dan Abdillah Natsir serta satu perwakilan dari hasta karya AMPG, Imran Tenri Tatta meminta kepada Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto agar tidak menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru yang diusulkan Taufan Pawe ke DPP.

Selain karena cacat prosedural, tindakan yang dilakukan TP secara personal sudah menyalahi aturan dan tidak sesuai kesepakatan hasil Musda X Golkar Sulsel yang dihelat di Jakarta 6-8 Agustus 2020 lalu.

Tak hanya itu, Aru, sapaan akrab Farouk M Betta, berserta Abdillah dan Imran yang diamanahkan menjadi tim formatur dalam pembentukan dan penyusunan pengurus baru di Golkar Sulsel, meminta ketua umum untuk mengambil alih partai berlambang pohon beringin itu di Sulsel.

Tujuannya, demi menjaga marwah dan menyelamatkan Golkar Sulsel dalam melakukan konsolidasi organisasi agar roda mesin Partai Golkar di daerah berjalan sesuai koridor kepartaian.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top