Pernyataan tersebut secara terang-terangan diungkapkan Abdillah Natsir Cs menyusul TP dikabarkan sudah mengusulkan nama-nama pengurus baru Golkar Sulsel ke DPP tanpa melalui keputusan bersama dalam forum resmi tim formatur yang dibentuk berdasarkan hasil musda.
“TP sepertinya sudah lupa ingatan atau amnesia. Bahwa belum pernah ada pertemuan resmi tim formatur. Membahas dan memutuskan pengurus baru untuk kemudian diusulkan ke DPP. Kok malah jalan sendiri. Sekali lagi tim formatur itu kolegtif kolegial,” sindir Abdillan Natsir, Selasa (25/8/2020).
Tak hanya Abdillah Natsir, Aru juga ikut berkomentar jika tindakan yang dilakukan TP dengan mengirim SK kepengurusan baru ke DPP tanpa diputuskan bersama tim formatur adalah cacat prosedural.
“Jadi garis besarnya yang dilaporkan ke DPP itu mestinya hasil musda dan SK kepengurusan itu hanya lampiran. Ditambah lagi kita belum pernah rapat tim formatur, kok tiba-tiba ada SK pengurus baru dikirim ke pusat,” katanya.
Aru menjelaskan, selama ini tim formatur selalu meminta dan mengundang TP untuk duduk bersama membahas terkait penyusunan komposisi kepengurusan baru di internal Golkar Sulsel.
Namun, permintaan serta ajakan tersebut tak digubris TP dengan cara tidak menghadiri pertemuan tim formatur yang telah dibentuk.
Malah yang bersangkutanz lanjut Imran Tenri Tatta, salah satu tim formatur, menambahkan, justru TP jalan sendiri tanpa keberadaan tim formatur.