PLUZ.ID, MAKASSAR – Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulsel kini tengah bergejolak.
Pasca Ketua Golkar Sulsel, HM Taufan Pawe, yang baru saja terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) X Golkar Sulsel di Jakarta, Sabtu (8/8/2020) lalu, menyusun kepengurusan tanpa melibatkan tim formatur.
Sikap arogansi yang dipertontonkan Ketua Golkar Sulsel terpilih periode 2020-2025 terhadap komposisi personalia pengurus DPD I Golkar Sulsel yang diajukan secara sepihak ke DPP beberapa waktu lalu terus berbuntut panjang.

MUSDA ULANG. Koalisi Muda Partai Golkar (KMPG) Sulsel membentangkan spanduk bertuliskan ‘Segera.!!! Musda Ulang’ di pintu Sekretariat DPD I Partai Golkar Sulsel di Jl Bontolempangan, Jumat (28/8/2020). foto: istimewa
Tindakan tanpa diputusan secara kolektif kolegial bersama tim formatur lainnya yang beranggotakan lima orang selain dirinya, yakni Natsir Abdillah, Farouk M Betta, Imran Tenri Tata, dan Muhiddin Said dianggap menyalahi prosedur alias cacat.
Apalagi, susunan pengurus yang disedorkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) oleh TP singkatan nama Taufan Pawe dianggap melabrak aturan partai lantaran tidak adanya persetujuan dan tandatangan anggota formatur lainnya. Komposisi pengurus Golkar Sulsel baru hanya ditandatangani dirinya sendiri.
Padahal, aturannya semua formatur yang diamanahkan membentuk dan menyusun personalia pengurus partai harus dan wajib ditandatangani semua formatur yang berjumlah lima orang.
Akibat tindakan semena-mena yang dilakukan Ketua DPD II Golkar Parepare itu mendapat sorotan dari Koalisi Muda Partai Golkar (KMPG) Sulsel.