search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Golkar Sulsel Bergejolak, KMPG Desak DPP Pecat Taufan Pawe

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 28 Agustus 2020 19:00
DISEGEL. Koalisi Muda Partai Golkar (KMPG) Sulsel menyegel Sekretariat DPD I Partai Golkar Sulsel di Jl Bontolempangan, Jumat (28/8/2020). foto: istimewa
DISEGEL. Koalisi Muda Partai Golkar (KMPG) Sulsel menyegel Sekretariat DPD I Partai Golkar Sulsel di Jl Bontolempangan, Jumat (28/8/2020). foto: istimewa

Koalisi Muda Partai Golkar yang dikoordinatori Muhammad Risman Pasigai bersama lainnya mendesak Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto agar tidak memproses apalagi menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengurus baru yang diusulkan TP, karena melanggar aturan partai bahkan cacat prosedur. Kalau perlu TP dipecat.

Oleh karena itu, Risman bersama KMPG Sulsel lainnya meminta DPP khususnya Ketum Pak Airlangga mengambil langkah kongkrit dengan segera mengambil alih Golkar Sulsel dalam rangka penyelematan partai.

Apalagi, saat ini merupakan tahun politik menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 12 kabupaten di Sulsel.

“Tindakan serta sikap arogansi Pak TP (Taufan Pawe) seperti ini, bukannya membawa Partai Golkar semakin baik dan maju malah justru semakin buruk. Makanya, DPP harus bersikap dan tindakan yang dilakukan TP tidak boleh dibiarkan, karena ini menyangkut marwah dan wibawa partai ke depannya,” tegas Risman dalam keterangannya, Jumat (28/8/2020).

Keyakinan demisioner Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Sulsel ini, Golkar akan semakin buruk dibawah kendali TP, karena baru star awal kepemimpinan Wali Kota Parepare itu, di beringin Sulsel sudah tidak beres dalam hal komposisi pengurus.

“Bagaimana bisa mengurusi 24 kabupaten lainnya, terkhusus 12 daerah yang berpilkada. Hal-hal seperti ini saja tidak bisa dijalankan dengan baik padahal perjanjian dalam menuntaskan pengurus itu hanyalah tujuh hari berdasarkan keputusan hasil musda,” urainya.

Tak hanya sikap arogansi dan otoriter TP yang dipertontonkan ke publik, politik adu domba antar kader, lanjut Risman, juga dilakukan dengan membolak-balikkan fakta komunikasi yang ada.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top