“Mekanismenya penerima membawa undangan kemudian kita lakukan verifikasi dengan mencocokkannya dengan identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), kalau ada yang diwakili karena berhalangan, seperti sakit, maka tetap harus membawa identitas penerima. Ada juga yang kita antarkan bagi yang tidak memungkinkan,” tambahnya.
Slamet mengatakan, setelah dilakukan verifikasi terhadap penerima kemudian tanda tangan dan cap jempol, akan difoto sebagai bukti pencairan. “Ini realtime ke website Kementerian Sosial, sehingga realisasi setiap pembayar ketahuan,” katanya.
Slamet menekankan, meskipun jumlah penerima bantuan sosial tunai yang datang tiap hari ke Kantor Pos Pettarani cukup banyak, namun pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
“Warga penerima bantuan sosial tunai yang datang wajib menggunakan masker. Antrean juga kita buat jaga jarak. Sementara, yang dilayani di meja pencairan juga dibatasi. Kita bekerja sama dan mengucapkan terima kasih banyak kepada aparat Kepolisian yang membantu tertib dan berjalan lancarnya pencairan bantuan sosial tunai ini,” terangnya.
Pada kesempatan ini, Slamat mengungkapkan, khusus untuk jadwal utama pencairan bantuan sosial tunai ini, di Kantor Pos Makassar, yaitu 27 Agustus-7 September 2020 dengan jumlah 93.082 penerima.
“Jumlah ini meliputi wilayah Kabupaten Takalar, Maros, Gowa, dan Kabupaten Pangkep serta Kota Makassar. Jadwal utamanya 27 Agustus-7 September 2020, tetapi kalau ada petunjuk penambahan waktu dari Kementerian Sosial kita siap laksanakan. Khusus untuk yang di pulau-pulau akan kita antarkan per kecamatan,” ujarnya.
Salah seorang penerima bantuan sosial tunai, Nuraini, mengaku, senang menerima bantuan ini. Apalagi, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

BANSOS TUNAI. Salah satu penerima bantuan sosial tunai, Nuraini, memperlihatkan uang yang diterima di Kantor Pos Pettarani, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Rabu (2/9/2020). foto: doelbeckz/pluz.id
“Meski antre lama, tetapi saya sangat senang dan bersyukur menerima bantuan sosial tunai ini,” ujar warga Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar ini. (***)