search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny-Fatma Deklarasi Sambil Paparkan 24 Program Strategis

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 03 September 2020 19:00
DEKLARASI PASANGAN. Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) saat mendeklarasikan diri maju pada Pilwalkot Makassar 2020 di atas Kapal Pinisi di Pantai Losari, Makassar, Kamis (3/8/2020) sore. foto: istimewa
DEKLARASI PASANGAN. Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) saat mendeklarasikan diri maju pada Pilwalkot Makassar 2020 di atas Kapal Pinisi di Pantai Losari, Makassar, Kamis (3/8/2020) sore. foto: istimewa

“Adapun visi Adama 2020 adalah percepatan mewujudkan Makassar kota dunia yang Sombere dan Smart City dengan imunitas kota yang kuat untuk semua. Kata ‘untuk semua’ adalah sebuah komitmen dan konsistensi yang kuat tentang tuntutan Makassar menjadi kota inklusif termasuk mengakomodir kepentingan 770.709 jiwa atau 50,5 persen penduduk perempuan di Kota Makassar,” tutur Danny Pomanto.

“Maka atas urgensi itulah mengapa kami meminta Ibu Fatmawati Rusdi di untuk mendampingi kami sebagai calon wakil wali kota 2021-2026,” tambahnya.

Danny Pomanto juga menyinggung pepatah bijak yang berbunyi, ‘Satu bukti lebih baik dari seribu janji’. Bahwa dalam berbagai perjalanan pemerintahan di Kota Makassar hingga saat ini, rakyat telah memiliki banyak bukti-bukti dan referensi sejarah yang telah disaksikan dan dirasakannya secara langsung.

Banyak inovasi-inovasi baru yang sudah terbukti dirasakan manfaatnya masyarakat luas yang belum pernah ada sebelumnya dan sekarang lenyap ditelan kemunduran.

“Masih teringat dalam ingatan kita, pelayanan panggilan care and rescue 112, yang mampu melayani kurang lebih 1.000 panggilan sehari, yang didominasi dengan pelayanan homecare dengan sistem telemedicine yang respons time limitnya hanya 15 menit, yang sekarang tidak jelas lagi,” ucap Danny Pomanto.

Selain itu, RT/RW Rp1 juta, fasilitas telepon dan pulsanya, serta langganan koran sebagai update pengembangan wawasan yang sekarang tidak pernah terdengar lagi. Fungsi penasihat wali kota di kelurahan sebagai mitigator sosial sekarang dihapus tanpa penjelasan. Penanganan kebersihan dan pengangkutan sampah pukul 07.00 WITA tuntas bersih selesai setiap hari di semua ruang kota, yang sekarang sangat jarang terlihat lagi.

“Pelayanan publik yang selalu ‘anugra’ (anu gratis) untuk rakyat, sekarang penuh dengan keluhan. PAD (Pendapatan Asli Daerah) menjadi Rp1,3 triliun dari semula kurang lebih Rp500 miliar dan sekarang berkurang menjadi Rp1 triliun (sebelum pandemi), padahal baru enam bulan setelah kami mengakhiri masa jabatan,” ungkap Danny Pomanto.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top