search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Protokol Kesehatan Harus Ketat di Daerah Penyelenggara Pilkada

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 12 September 2020 16:00
Prof Wiku Adisasmito. foto: istimewa
Prof Wiku Adisasmito. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Satgas Penanganan Covid-19 meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memperketat aktivitas politik di daerahnya yang melibatkan massa.

Data Kementerian Kesehatan mencatat dalam peta zona risiko, ada 309 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada. Ada 45 kabupaten/kota atau 14,56 persen masuk dalam zona merah (tinggi) yang tersebar pada 14 provinsi yang menjalankan pilkada serentak.

“Dalam melaksanakannya kita perlu memperhatikan perkembangan kasus Covid-19, dan penanganannya di seluruh daerah yang berpartisipasi dalam pilkada ini,” kafa Prof Wiku Adisasmita, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Kantor Presiden Kamis (10/9/2020).

Rincian daerah zona merah itu, diantaranya Sumatera Utara (5), Sumatera Barat (4), Riau (4), Kepulauan Riau (2), Banten (1), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (1), Jawa Timur (3), Bali (6), Sulawesi Selatan (1), Sulawesi Utara (1), Kalimantan Selatan (6), Kalimantan Tengah (4) dan Kalimantan Timur (5).

Lalu ada 152 kabupaten/kota atau 49,19 persen masuk zona oranye (sedang) dan ada 72 kabupaten/kota atau 23,30 persen daerah zona kuning. Sementara pada zona hijau diantaranya Tidak ada kasus baru 26 kabupaten/kota atau 8,41 persen dan Tidak terdampak 14 kabupten/kota atau 4,53 persen.

Selama mengikuti proses pilkada Wiku menegaskan para kontestan pilkada harus  menerapkan implementasi protokol kesehatan dengan ketat menuju pemilihan serentak lanjutan yang aman Covid-19.

“Pertama, bakal calon pasangan harus melakukan tes PCR dan dilarang melakukan kontak fisik selama proses seleksi,” lanjut Wiku.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top