search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Anir Cetak Sejarah, Perempuan Pertama di Pilkada Pangkep

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 23 September 2020 19:00
SAPA WARGA. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) menyapa warga. Pasangan ini, ditetapkan KPU Pangkep sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep periode 2021-2026, Rabu (23/9/2020). foto: istimewa
SAPA WARGA. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) menyapa warga. Pasangan ini, ditetapkan KPU Pangkep sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep periode 2021-2026, Rabu (23/9/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Andi Nirawati (Anir) menorehkan sejarah baru di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pangkep. Ini kali pertama ada kaum perempuan yang ditetapkan sebagai calon bupati sejak pilkada langsung di Kabupaten Pangkep.

Anir yang berduet dengan Lutfi Hanafi sudah resmi ditetapkan KPU Kabupaten Pangkep sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep periode 2021-2026, Rabu (23/9/2020). Diusung Partai Gerindra, Hanura, dan PKS, duet Anir-Lutfi melenggang mulus ke bursa pencalonan.

Ini bukan kali pertama Anir mencetak sejarah sebagai representasi perempuan di panggung politik Kabupaten Pangkep. Di Pemilu 2019, Anir yang terjun ke dunia politik sukses mencatatkan diri sebagai perempuan dari Pangkep yang terpilih sebagai legislator DPRD Sulsel.

“Bismillahirrahmanirrahim, saya sudah mewakafkan diri untuk membuat masyarakat Pangkep sejahtera. Sebagai representasi perempuan, wajib memperjuangkan aspirasi emak-emak,” ucap Anir, Founder Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Sulsel.

Bagi Ketua Kerukunan Keluarga Labakkang se-Jabodetabek tahun 2017 ini, perempuan dan laki-laki hanya berbeda secara biologis. “Namun tidak berlaku dalam hal kapasitas intelektual, bahkan kepemimpinan,” kata Anir yang lahir dan tumbuh di Pangkep.

Kesenjangan ekonomi hingga ketimpangan pembangunan, menjadi alasan Anir dan Lutfi sepakat untuk maju di Pilkada Pangkep 2020. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 menunjukkan, Kabupaten Pangkep tercatat sebagai daerah kedua terbesar kategori termiskin setelah Kabupaten Jeneponto dengan angka 14,06 persen.

“Pangkep sangat kaya akan SDA (Sumber Daya Alam), kalau dikelola dengan baik maka akan mampu memberikan income daerah yang cukup tinggi, otomatis lapangan kerja baru juga tercipta,” papar Anir, politisi Gerindra berlatar pengusaha ini.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top