search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Warga Lapor Dugaan Politisasi PKH ke Anir-Lutfi

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 13 Oktober 2020 10:00
KUNJUNGAN. Calon Bupati Pangkep, Andi Nirawati, bersama timnya berjalan kaki melakukan kunjungan ke kampung-kampung. foto: istimewa
KUNJUNGAN. Calon Bupati Pangkep, Andi Nirawati, bersama timnya berjalan kaki melakukan kunjungan ke kampung-kampung. foto: istimewa

PLUZ.ID, PANGKEP – Seorang warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep berinisial SA, mengeluhkan adanya intimidasi melalui Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH).

Keluhan itu disampaikan langsung dalam acara tatap muka sosialisasi program prioritas pasangan calon nomor urut 4, Andi Nirawati dan Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi). SA membeberkan, dirinya dan temannya diintimidasi salah satu tim kampanye Pasangan Calon (Paslon) lain.

“Kita pernah dibilang jangan mencari suara yang lain, pilih ki nomor ini, kalau tidak diputus Program Keluarga Harapan (PKH) ta, tidak dapat miki lagi jatahnya,” kata SA dalam pertemuan tatap muka dengan tim kampanye Anir-Lutfi, Sabtu (10/10/2020).

SA yang resah dengan ancaman tersebut, kemudian mengeluarkan uneg-unegnya dan berharap mendapat solusi dari tim pemenangan Anir-Lutfi.

“Terus saya bilang, ‘Itu memang bantuan dari pemerintah pusat langsung. Jangan takut-takuti saya. Cari mi suara yang lain, jangan ganggu kami dengan cara seperti ini,” kata SA yang lagi-lagi membeberkan semuanya pada tim pemenangan cabup-cawabup nomor urut 4.

SA dan beberapa temannya mengaku, awalnya sempat khawatir mengenai intimidasi tersebut. Namun, mereka meyakinkan diri bahwa siapapun yang bakal menjabat menjadi pemimpin Pangkep nantinya, bantuan pemerintah melalui PKH akan tetap berjalan.

H Arwan salah satu Tokoh Masyarakat Pangkep yang sempat hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, intimidasi tersebut tidak pantas dilakukan tim paslon manapun, apalagi mengklaim dan mengintimidasi warga melalui PKH. Hal itu disebutnya sebagai tindakan tidak terpuji dan sudah melanggar ketentuan hukum.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top