search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Ombudsman Minta Dugaan Pelanggaran ASN Ditindak Tegas

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 06 November 2020 18:00
Subhan Djoer. foto: istimewa
Subhan Djoer. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 kian mengkhawatirkan. Ini menyusul rentetan beredarnya rekaman audio mirip suara pejabat tingkat kecamatan dalam pekan ini.

Dugaan kuat ini menjadi atensi khusus Ombudsman RI Perwakilan Sulsel. Sebab, nampaknya terkesan terstruktur, sistematis, dan massif.

Lembaga pengawas penyelenggaraan pelayanan publik ini, menilai dugaan ketidaknetralan ASN di Pilwalkot Makassar adalah hal serius dan mesti diselesaikan sampai tuntas. Bawaslu Makassar sebagai penyelenggara dan punya gawaian langsung, mesti bertindak cepat dan tegas.

“Ranah sengketa Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) itu ada di Bawaslu. Kecuali kalau Bawaslu tidak menindaklanjuti, maka masyarakat bisa laporkan Bawaslu ke Ombudsman. Kita tinggal menunggu apakah Bawaslu melaksanakan tugasnya dengan baik atau tidak,” kata Subhan Djoer, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulsel, kepada awak media, Jumat (6/11/2020).

Bawaslu Makassar saat ini tengah menindaklanjuti rekaman suara yang beredar, diduga Sekretaris Camat (Sekcam) Ujung Tanah, Andi Syaiful. Oknum bersangkutan diduga kuat memobilisasi tenaga honorer, KPPS, PPS, dan Panwas setempat untuk mendukung salah satu kandidat.

Dalam rekaman itu, Syaiful menyampaikan langkahnya untuk mengarahkan dukungan, lantaran adanya instruksi langsung dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, dan Camat Ujung Tanah Andi Unru.

Begitupun dengan rekaman suara mirip Camat Ujung Pandang Andi Badi Sommeng bersama Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Raya Kota Makassar Nuryanto G Liwang, dan Ketua LPM Ujung Pandang Yakob Palui.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top