search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pembuatan Vaksin Diawasi Ketat untuk Memastikan Keamanannya

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 20 November 2020 10:00
PEMAPARAN. Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Prof Dr dr Hindra Irawan Satari SpA(K) MTropPaed, memberikan paparan dalam dialog bertema Keamanan Vaksin dan Menjawab KIPI di Jakarta, Kamis (19/11/2020). foto: istimewa
PEMAPARAN. Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Prof Dr dr Hindra Irawan Satari SpA(K) MTropPaed, memberikan paparan dalam dialog bertema Keamanan Vaksin dan Menjawab KIPI di Jakarta, Kamis (19/11/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Uji klinik vaksin Sinovac telah masuk fase III dan selesai melakukan penyuntikan kepada seluruh sukarelawan yang dikerjakan di center Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

Pendampingan yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak pengembangan protokol uji klinik dan inspeksi pelaksanaan uji klinik. Sedangkan untuk memastikan mutu vaksin Covid-19 dilakukan inspeksi kesiapan fasilitas produksi baik di China maupun di Bio Farma.

Uji klinik merupakan tahapan penting guna mendapatkan data efektivitas dan keamanan yang valid untuk mendukung proses registrasi vaksin Covid-19. Sejauh ini tidak ditemukan adanya reaksi yang berlebihan atau Serious Adverse Event yang ditemukan selama menjalankan uji klinik fase III di Unpad.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Prof Hindra Irawan Satiri SpA(K) MTropPaed menyampaikan, perkembangan vaksin Covid-19 sudah masuk uji fase III, tinggal menunggu laporan dari Brazil, China, Turki, dan Indonesia. Setelah laporan selesai barulah keluar izin edarnya.

“Jadi untuk mendeteksi dan mengkaji apakah ada kaitannya imunisasi dengan KIPI ada ilmunya, yang disebut Farmakovigilans. Tujuannya untuk meningkatkan keamanan, meyakinkan masyarakat, sehingga memberikan pelayanan yang aman bagi pasien dan memberikan informasi terpercaya” terangnya pada acara Dialog Produktif bertema Keamanan Vaksin dan Menjawab KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), seperti dikutip melalui siaran pers di situs Covid-19 Indonesia, Jumat (20/11/2020).

Prof Hindra menerangkan, semua fase-fase uji klinik vaksin memiliki syarat yang harus dilakukan. Semua syarat harus terpenuhi baru boleh melanjutkan ke fase berikutnya. Namun, dalam keadaan khusus Covid-19, proses dipercepat tanpa menghilangkan syarat-syarat yang diperlukan. Semua proses ini pun didukung oleh pembiayaan dan sumber daya yang dibutuhkan, sehingga proses-proses yang lebih panjang dalam penemuan vaksin bisa dipersingkat.

“Saya tidak setuju terminologi anti vaksin, masyarakat sebenarnya masih mis konsepsi, artinya pengertian masyarakat belum mantap karena mendapat keterangan dari orang-orang yang kurang kompeten atau bukan bidangnya. Kita perlu mendapatkan informasi dari sumber-sumber terpercaya seperti organisasi profesi dan kesehatan terpercaya. Jangan dari situs yang tidak jelas, dari grup WhatsApp itu yang membingungkan masyarakat,” katanya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top