Sementara, Ketua Panitia Silabis ke-11 yang juga menjabat Wakil Sekjen ISMI Bidang Ekonomi Pariwisata dan Lingkungan Hidup (Ekapalih), Samsul B Ibrahim, menyebutkan, wabah Covid-19 yang melanda di semua negara memberikan dampak yang signifikan terhadap pariwisata di Bali. Tentunya pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata tidak bisa hanya berharap dari tangan pemerintah saja, ini pula yang menjadi dasar pertimbangan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia untuk turut serta membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.
“Sudah waktunya kita semua berpikir bagaimana Bali segera dapat bangkit dari keterpurukan roda perekonomian masyarakat kembali berputar dan pariwisata Bali kembali dapat berkontribusi bagi penerimaan devisa negara,” bebernya.
Samsul menyebutkan, silaturahmi antar saudagar akan membawa rezeki, ada overlapping interest. “Sharing ekonomi kreatif, berbagi informasi dan peluang untuk memajukan pariwisata Bali sebagai lokomotif pariwisata Indonesia,” ujarnya.
Samsul menyebutkan, bila saudagar Muslim Indonesia datang, melihat, menginventarisir, dan apa disaksikan, lalu mengkomunikasikan di daerah masing-masing bahwa pariwisata Bali sudah kembali siap menyambut wisatawan domestik dan manca negara dalam konsep New Normal dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
“Bersama pemerintah dan ISMI Bali, kami bertekad dan mendorong pariwisata Bali tetap eksis, berjalan dan terus berkembang secara berkesinambungan,” tuturnya. (***)