search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dukungan Kian Mengalir, Danny-Fatma Tetap Harus Waspadai ‘Spesialis Jekkong’

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 29 November 2020 18:00
DUKUNGAN. Pendukung pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) terus massif bergerak memenangkan Pilwalkot Makassar 2020. foto: istimewa
DUKUNGAN. Pendukung pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) terus massif bergerak memenangkan Pilwalkot Makassar 2020. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pergerakan massif lintas komunitas masyarakat untuk memenangkan pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) diprediksi bakal berdampak besar dalam perolehan suara, 9 Desember 2020.

Danny-Fatma yang diunggulkan sejumlah hasil survei memenangkan Pilwalkot Makassar, terus menuai dukungan di sisa waktu jelang pencoblosan. Baik atas nama komunitas, ormas, maupun perorangan. Di sisi lain, relawan, simpatisan, hingga komunitas yang sudah ada sebelumnya, juga makin gencar menggalang dukungan hingga ke tingkat grassroots atau akar rumput.

Akademisi dari Universitas Islam Negeri Alauddin (UINAM), Ibnu Hadjar Yusuf, mengamati, pasangan Danny-Fatma per hari ini masih menjadi kandidat paling diunggulkan. Meski begitu, kerja-kerja tim pemenangan harus terus digenjot dan tetap waspada. Terutama mengantisipasi potensi kecurangan atau ‘jekkong’

“Pergerakan tim atau komunitas Adama (Danny-Fatma) sangat progresif dan kelihatan menyasar lorong atau gang di setiap sudut kota. Pergerakan yang alami, terlebih lagi memang warga yang meminta untuk silaturahmi dan ingin mengenal program Adama,” ucap Ibnu, Minggu (29/11/2020).

Dengan kondisi tersebut, lanjut Ibnu, hal ini tentu akan memberikan pengaruh terhadap elektabilitas Adama. Apabila hal ini terus dipertahankan hingga saat pencoblosan nanti, kata dia, Adama sesungguhnya tinggal menunggu kemenangan.

“Pergerakan tim atau komunitas Adama akan besar pengaruhnya kepada warga Kota Makassar untuk menjatuhkan pilhannya. Tentu elektabilitas Adama semakin terdongkrak sesuai dengan pergerakan lapangan,” tutur Ibnu yang juga eks aktivis mahasiswa ini.

Ibnu menyarankan agar tim pemenangan nomor urut 1 ini, untuk tetap on the track dan menjaga kantong-kantong suara Danny-Fatma hingga detik-detik pencoblosan. Tidak memberi ruang ke pihak yang ingin melakukan kecurangan, ataupun ‘jual-beli’ suara.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top