search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Ketua Umum KNPI Kunjungi Korban Bom di Gereja Katedral Makassar

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 02 April 2021 20:00
BERI KETERANGAN. Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, memberikan keterangan kepada media usai mengunjungi korban bom di Gereja Katedral Makassar di RS Bhayangkara Makassar, Jumat (2/4/2021). foto: knpi sulsel
BERI KETERANGAN. Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, memberikan keterangan kepada media usai mengunjungi korban bom di Gereja Katedral Makassar di RS Bhayangkara Makassar, Jumat (2/4/2021). foto: knpi sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, mengunjungi korban bom di Gereja Katedral Makassar di RS Bhayangkara Makassar, Jumat (2/4/2021).

Dalam kunjungannya, Haris Pertama didampingi pengurusnya serta pengurus DPD I KNPI Sulsel.

Selain mengunjungi, Haris juga memberikan bantuan kepada korban yang diterima langsung keluarga korban.

Haris mengatakan, KNPI turut berduka atas musibah bom di Gereja Katedral Makassar yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tentu, kata dia, bom bunuh diri yang dilakukan sepasang suami istri tersebut tidak bisa ditolerir.

“Saya dan teman-teman pengurus DPP KNPI turut berduka atas kejadian ini dan semoga korban dan kelurga bisa sabar dan tabah atas ujian ini,” ungkap Haris Pertama kepada awak media di RS Bhayangkara, Jumat, (2/4/2021).

“Kita bersama kawan-kawan KNPI tadi menyerahkan bantuan juga, kemarin ada dari Panglima TNI dan Kapolri sekarang dari KNPI. Semoga ini bisa membantu keluarga yang menjaga dan juga korban yang masih dirawat,” lanjutnya.

Haris mengatakan, pemuda tentu harus mengambil bagian dalam menangkal paham radikal agar tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti bom di Gereja Katedral Makassar.

“Nah, di sini peran pemuda sangat penting bagaimana bisa membantu pemerintah dan aparat menangkal paham-paham radikalisme yang kemungkinan saat ini akan mencuci otak para milenial,” tuturnya.

Misalnya, kata Haris, kasus terduga teroris yang menyusup masuk ke Mabes Polri yang membuat kaget banyak pihak, karena umurnya yang begitu muda.

“Maka dari itu saya mengajak semua anak muda di Indonesia, para generasi milenial agar selalu menanamkan nilai Pancasila di dalam dirinya, sehingga paham radikal atau semacamnya tidak lagi bisa mencuci otak-otak kita semua,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top