search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Cicu Minta Masukan Penyusunan Perda Pengelolaan Sampah Regional

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 30 Mei 2021 20:00
KONSULTASI PUBLIK. Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menggelar konsultasi publik di Warkop Papa Ong, Minggu (30/5/2021). foto: istimewa
KONSULTASI PUBLIK. Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menggelar konsultasi publik di Warkop Papa Ong, Minggu (30/5/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menggelar konsultasi publik di Warkop Papa Ong, Minggu (30/5/2021).

Kegiatan ini dalam rangka membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi Sulsel tentang Pengelolaan Sampah Regional.

Cicu, sapaan akrab Andi Rachmatika Dewi, menjelaskan, konsultasi publik merupakan kegiatan baru dari DPRD Provinsi Sulsel. Tujuannya, menerima masukan masyarakat dan stakeholder terkait Peraturan Daerah (Perda) yang nantinya digodok di DPRD.

“Hari ini, ranperda yang akan masuk dalam pembahasan di DPRD tentang Pengelolaan Sampah Regional. Kita lakukan konsultasi publik untuk merumuskan seperti apa poin yang akan dimasukan dalam perda,” jelasnya.

Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini, mengatakan, persoalan sampah menjadi masalah serius di semua daerah. Sehingga, regulasi ini akan diperjelas tugas pokok dan fungsi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengelola sampah.

“Perda inilah yang akan mengatur semuanya. Meski kami di provinsi tidak memiliki wilayah pengelolaan sampah tapi dengan adanya perda ini menjadi rumah besar bagi pemkab dan pemkot di Sulsel,” ungkapnya.

Artinya, sambung Ketua Nasdem Makassar ini, jangan lagi ada masyarakat atau pemerintah antar kota dan kabupaten di Sulsel ribut mengenai soal sampah. Harapannya, semua daerah bisa bersinergi mengatasi persoalan sampah ini.

“Inilah yang akan kami bahas mengenai aturan dalam pengendalian sampah regional,” jelasnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Aminuddin, menjelaskan, Ranperda Pengelolaan Sampah Regional mesti dipercepat. Sebab, masalah tentang sampah merupakan isu seluruh negara di dunia.

“Data terakhir, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah terbesar kedua dunia. KLKH (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) instruksikan semua daerah bergerak tuntaskan soal sampah, termasuk Sulsel,” jelas Aminuddin.

Menurut Perumus Naskah Akademik Ranperda ini, persoalan paling sulit di koordinasikan berada di tingkat kabupaten dan kota. Sehingga, perda ini diharapkan bisa menjadi kontrol terkait pengendalian sampah di daerah.

“Efek paling dampak soal sampah itu berada di Kota Makassar. Buktinya, produksinya mencapai ribuan ton per hari. Sehingga, kenapa di ranperda ini kewenangan provinsi mengontrol pengendalian sampah,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top