search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Syaharuddin Alrif, Petani Pimpin DPRD Provinsi Sulsel

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 16 Juli 2021 23:00
Syaharuddin Alrif. foto: istimewa
Syaharuddin Alrif. foto: istimewa

SYAHARUDDIN ALRIF tidak menyangka akan menjadi pimpinan di DPRD Provinsi Sulsel. Saat ini, petani dari kampung ini, diamanahkan sebagai Wakil DPRD Sulsel.

Perjalanan panjang dilakoni Syahar, sapaan Syarahuruddin Alrif, hingga posisinya saat ini.

Berawal dari kampung halamannya di Desa Bila, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Syahar kecil membangun mimpi dan cita-citanya.

Tak ada silsilah dalam keluarganya yang bertahta pejabat. Ia lahir dan besar dari lingkungan keluarga petani. Bahkan, masa kecilnya diisi aktivitas sebagai petani. Membantu orang tuanya, berkebun.

Kehidupannya saat itu sangatlah berat bahkan pernah tak ikut sekolah, karena harus membantu ekonomi keluarganya, mulai dari menjual buku dan menjadi sopir angkutan kota ‘Pete-pete’.

Namun, karena semangatnya yang sangat begitu besar, sehingga mampu menyelesaikan studinya.

Selepas sekolah, Syahar harus melanjutkan kuliahnya di Makassar. Di sini, Ia mengenal dunia pergerakan mahasiswa yang kemudian menjadi bekal menakhodai sejumlah organisasi mahasiswa. Sebut saja Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi Sulsel. Bahkan, sempat diamahkan sebagai Sekteraris Jenderal (Sekjen) Pemuda Muhammadiyah Indonesia. Termasuk menjadi Wakil Ketua KNPI Provinsi Sulsel.

Tidak hanya aktif di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, Syahar juga memperkuat jaringannya sebagai pengusaha dengan bergabung ke Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Sulsel dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel.

Syaharuddin Alrif bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sulsel Rusdi Masse. foto: istimewa

“Alhamdulillah, bergabung di asosiasi pengusaha, Hipmi dan Apindo telah menambah wawasan dan pengalaman yang sangat mendukung aktivitas saya, sebagai seorang petani, terutama dari segi pengembangan dan pemasaran produksi,” kata Wakil Ketua DPP Apindo Sulsel ini.

Sebagai seorang aktivis dan pengusaha mengantarkannya dan menjadi bekal terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Nasdem.

Tidak perlu berlama-lama, Syahar kemudian ikut bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 yang mengantarkanya duduk di DPRD Sulsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX, meliputi Kabupaten Sidrap, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Enrekang.

Berkat kematangan dan pengalamannya, Syahar kembali maju pada Pileg 2019 lalu. Lagi-lagi terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel dengan suara yang fantastis dan berperan dalam menempatkan Partai Nasdem sebagai peraih kursi kedua terbanyak di DPRD Sulsel dengan mengantongi satu tiket sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Setelah melalui mekanisme yang ada, Syahar mendapatkan rekomendasi dari pertainya yang disetujui pimpinan DPRD Sulsel sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Kini di tengah kesibukannya sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel dan Sekretaris Nasdem Sulsel, Ia tetap saja tidak bisa jauh dari asalnya sebagai seorang petani. Kini Syahar konsen dalam pengembangan budidaya porang.

Syahar mengatakan, pertanian porang adalah bentuk legacy atau peninggalannya kepada warga Sulsel jika menyelesaikan masa jabatan sebagai anggota DPRD Sulsel.

Lalu bagaimana Syahar mengenai porang hingga memutuskan membangun kebun di Kabupaten Sidrap?

Syaharuddin Alrif bersama Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. foto: istimewa

“Saya tahu porang sejak 2019, saya baca artikel di media, berawal inspirasi saya, tertulis porang adalah tambang emas baru bagi masyarakat,” katanya.

“Saya tidak dapat dipisahkan dari dunia pertanian, karena saya ini memang seorang petani. Lahir sebagai anak petani, menjadi petani, dan berjuang untuk peningkatan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Setelah membaca artikel tersebut, Syahar mengaku, kian penasaran dengan porang. Ia pun memutuskan membaca sejumlah artikel tambahan lagi, ternyata apa sebenarnya ini porang.

Setelah Syahar cari tahu, porang ternyata tumbuhan liar yang ada di berbagai daerah Sulsel.

Di Indonesia sendiri, kata Syahar, ada tiga provinsi kandang porang, ada di Jatim, Sulsel, dan NTT.

“Ternyata di Sulsel, pabriknya berdiri sejak 2014, pengolahan ada di Gowa, Takalar, Makassar,” bebernya.

“Saya bertanya-tanya kenapa tidak booming dari dulu, ternyata karena porang masyarakat di Bulukumba, Selayar, mereka panen tanpa menanam, karena dianggap tumbuhan liar, tumbuh di sungai, kebun, tumbuh di mana-mana,” sambung Syahar.

Syahar mengatakan, porang di Sulsel ketika itu tidak terurus, cuman orang panen karena ada pembelinya.

Syaharuddin Alrif menerima penghargaan dari Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo sebagai Petani Porang Inspiratif 2020. foto: istimewa

Dari situ Syahar terinspirasi. Ia berpikir di Sidrap untuk buka contoh, dan melakukan gebrakan inovasi di sektor pertanian.

“Di kampung saya, Sidrap, Pinrang, dan Enrekang, dominan masyarakat petani. Maka saya sebagai wakil rakyat dua periode harus berpikir tambahan pendapatan untuk para petani, sehingga petani punya lompatan pendapat yang bisa memberi sejahtera,” katanya.

“Sekarang di Sidrap padi dan jagung Alhamdulillah, buat mereka sejahtera, anak bisa sekolah, bisa kuliah, bisa bekerja. Saya pikirkan petani Sidrap Sulsel, urus petani siang lahan tidur yang tidak produktif dimanfaatkan,” lanjutnya.

Syahar mengatakan, perkebunan porang di Sidrap bakal menjadi percontohan di Indonesia. Budidaya yang dilakukan secara modern dan profesional, maka akan membuahkan hasil yang maksimal.

“Bayangkan dari hasil porang dan pisang bisa mendatangkan Rp200 juta per hektare hanya dalam waktu 1,5 tahun,” paparnya.

Syahar menambahkan, luas perkebunan Porang yang dikelolanya saat ini mencapai 50 hektare ditambah 30 hektare pengembangan. Sedangkan luas tanaman Porang di Kabupaten Sidrap sendiri hingga kini telah mencapai 400 hektare.

“Jika ini sudah panen, sisa kita mendorong pabrik industri pengolahan untuk diekspor ke 16 negara,” katanya

Syahar menjelaskan, dari hasil budidaya yang telah dilakukan itu, telah menghasilkan benih berkualitas, berlabel, dan bersertifikasi. Sehingga masyarakat yang ingin menanam tak perlu ragu, karena benih yang disiapkan berkualitas yang dapat dikembangkan.

Berkat dedikasinya sebagai petani porang, Syahar kini disibukkan undangan ke luar kota menjadi pemateri dan berbicara mengenai pengembangan pertanian porang. Bahkan, Syahar mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian RI sebagai Petani Porang Inspiratif 2020. (***)

Daftar Riwayat Hidup

Nama Lengkap: H Syaharuddin Alrif SIP MAP
Tempat/Tanggal Lahir: Sidrap, 20 November 1980
Agama: Islam
Pekerjaan: Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel
Alamat: Bukit Baruga Antang Kayu Agung 4 Nomor 2 Makassar

Keluarga:
Istri: Hj Haslinda Hasan SIP
Anak:
* Muh Farih Yazid Syaharuddin
* Sitti Farah Fadillah Syaharuddin
* Muh Alfatih Syaharuddin
* Fathiya Aulia Syaharuddin

Pendidikan:
* Pondok Pesantren Kaballangang Pinrang (SD & SMP)
* SMA Negeri 467 Sidrap & SMA Muhammadiyah 3 Makassar
* S1 STISIP Muhammadiyah Sidrap
* S2 Universitas Muhammadiyah Makassar

Organisasi:
* Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sidrap
* Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi Sulsel
* Sekretaris Jenderal Pemuda Muhammadiyah Indonesia
* Sekretaris KNPI Kabupaten Sidrap
* Wakil Ketua KNPI Provinsi Sulsel
* Wakil Ketua BPD Hipmi Provinsi Sulsel
* Wakil Ketua DPP Apindo Provinsi Sulsel
* Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Sulsel. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top