search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Abdul Hayat Ajak Semua Elemen Bersinergi Dukung Percepatan Perhutanan Sosial

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 03 Agustus 2021 14:00
PIMPIN RAPAT. Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani (kiri), memimpin rapat Pokja Kehutanan Sosial di ruang rapat kerjanya, Selasa (3/8/2021). foto: istimewa
PIMPIN RAPAT. Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani (kiri), memimpin rapat Pokja Kehutanan Sosial di ruang rapat kerjanya, Selasa (3/8/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memimpin rapat Kelompok Kerja (Pokja) Kehutanan Sosial di ruang rapat kerjanya, Selasa (3/8/2021). Rapat ini membahas terkait percepatan perhutanan sosial 2021.

Percepatan perhutanan sosial ini, merupakan program nasional Presiden yang diamanahkan dan dilaksanakan pemerintah daerah, baik provinsi, maupun kabupaten dan kota.

Abdul Hayat mengatakan, pertemuan ini adalah lanjutan yang dilaksanakan beberapa pekan yang lalu.

“Hari ini kita akan mencoba menajamkan seperti apa peran kita di Kelompok Kerja (Pokja) untuk mengakselerasi hal tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, kata Abdul Hayat, ia akan mengajak seluruh elemen terkait untuk bersinergi dalam mewujudkan percepatan perhutanan sosial. Apalagi, terakhir ini ada dari penyuluh yang bergabung.

“Perlu koordinasi leading sektor, sehingga tidak ada parsial-parsial. Tetapi, kita satu bendera,” kata Abdul Hayat.

Terakhir, lanjutnya, dalam rapat ini harus ada output agar nantinya bisa dilakukan tindak lanjut.

“Salah satunya, adalah kapan kita vidcon dengan bupati kepala daerah untuk memberikan sosialisasi tentang tahap-tahap yang akan dilakukan ke depannya,” imbuh Abdul Hayat.

Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Pokja, Syamsu Rijal, mengatakan, program perhutanan sosial memberikan hak akses masyarakat dalam mengelola kawasan hutan.

Ia menjelaskan, perhutanan sosial ini ada lima. Hutan desa, dimana diusulkan desa dan dikelola desa. Hutan kemasyarakatan diusulkan kelompok masyarakat yang tergantung kawasan hutan. Selanjutnya, hutan tanaman rakyat, hutan adat, dan kemitraan lingkungan.

“Jadi, perhutanan sosial ini adalah skema dari Bapak Presiden mendorong akses masyarakat terhadap kawasan hutan, dengan catatan tidak menebang dan sebagainya. Kita berharap agar semua pihak semakin peduli, kolaborasi dan sinergi,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top