search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

KPM BPNT Jeneponto Dua Kali Dapat Telur Busuk

doelbeckz - Pluz.id Senin, 22 November 2021 23:00
TELUR BUSUK. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial RI di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto memperlihatkan telur busuk yang mereka terima. foto: istimewa
TELUR BUSUK. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial RI di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto memperlihatkan telur busuk yang mereka terima. foto: istimewa

PLUZ.ID, JENEPONTO – Miris kondisi yang dialami Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial RI di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Setelah mengeluhkan bantuan yang mereka terima, karena paket yang mereka peroleh salah satu komoditinya adalah telur busuk, mereka harus rela kembali memperoleh telur busuk.

Kondisi ini, dibenarkan Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur.

Diakui, ratusan rak telur busuk yang awalnya dikeluhkan warganya telah diganti. Penggantian telur busuk itu dilakukan secara bertahap.

“Sudah diganti, Kamis malam 100 rak dan menyusul Jumat pagi 126 rak lagi. Semua telur ayam KMP Ujung Bulu (yang busuk) diganti 100 persen,” akunya.

Mansyur pun kemudian naik pitam setelah mengetahui telur pengganti dari telur busuk sebelumnya ternyata juga telur busuk.

Ia pun menuntut pertanggungjawaban dari pihak agen agar bantuan itu terlebih dahulu dipastikan kelayakannya sebelum dibagikan ke warga.

“Jangan manfaatkan orang miskin dengan mencari keuntungan. Masa ia telur busuk diganti dengan telur busuk pula. Lalu di mana keprihatinan kita terhadap rakyat kecil dan miskin,” tegas Mansyur.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Nirmala Suaib, pun sebenarnya tak tinggal diam setelah menerima keluhan warga.

Ia pun meminta pihak ke agen-agen atau E-Warong (Elektronik Warung Gotong Royong), sebagai agen penyalur BPNT untuk mengganti telur busuk tersebut.

“Sudah dihubungi pendampingnya supaya E-Warong mengganti telurnya yang busuk,” katanya.

Nirmala pun mengimbau, agar ketika warga penerima manfaat mendapatkan bantuan yang tak layak konsumsi untuk segera melapor ke E-Warong. Pelaporan itu pun bertujuan agar bantuan tak layak konsumsi itu untuk diganti.

“Selalu kita sosialisasikan ke KPM untuk minta ganti ke E-Warong kalau ada barangnya yang tidak baik mereka terima,” katanya.

Sebelumnya, KPM BPNT Kementerian Sosial RI di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto mengeluhkan bantuan yang mereka terima.

Pasalnya, paket yang mereka peroleh salah satu komoditinya adalah telur busuk.

Salah seorang warga penerima manfaat, M, mengakui, paket bantuan itu diterima, Rabu (17/11/2021) lalu. Sejumlah warga pun terpaksa membuang telur itu lantaran sudah tak layak konsumsi.

“Puluhan butir telur itu sudah mengeluarkan bau busuk,” beber M, Sabtu (20/11/2021).

M mengungkapkan, mulanya ia tak tahu telur dalam paket BPNT itu, sudah tak layak konsumsi. Namun, setelah ia mendapat informasi dari tetangganya barulah M buru-buru memastikan telur tersebut apakah benar busuk atau tidak.

“Waktu itu saya masukkan kulkas. Setelah banyak yang bilang kalau telur yang mereka terima busuk lalu dibuang, saya cek juga, ternyata memang benar bau,” ungkapnya.

Sementara, T (50), warga penerima manfaat lainnya, mengaku, masih berupaya merebus telur busuk itu agar tetap bisa dikonsumsi. Namun, setelah ia dan keluarganya mencoba menyantap telur tersebut mereka tak sanggup lantaran rasa dan aroma busuknya cukup menyengat.

“Waktu saya ambil dari agen sudah bau, tapi sempat saya masak, berhubung tak enak akhirnya saya buang,” ucapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top