search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tidak Ada Wakilnya di DPRD, Tapi Dana Infrastruktur Herlang Cukup Besar

doelbeckz - Pluz.id Senin, 14 Februari 2022 17:00
Andi Muchtar Ali Yusuf. foto: istimewa
Andi Muchtar Ali Yusuf. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Meski tidak ada wakilnya di DPRD Kabupaten Bulukumba, namun warga Kecamatan Herlang tidak boleh berkecil hati. Anggaran pembangunan, khususnya infrastruktur yang masuk ke Herlang 2022 cukup besar.

Hal ini terungkap pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Herlang untuk tahun anggaran 2023, yang berlangsung di Taman PKL UKM Tanuntung, Senin (14/2/2022).

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengungkapkan, Herlang ini unik, tidak ada wakilnya di DPRD, juga paling ribut jika ada masalah di wilayahnya.

“Tapi, Alhamdulilah anggaran yang masuk di Herlang cukup besar, ada sekitar Rp50 miliar yang didominasi pembangunan infrastruktur,” kata Andi Utta, sapaan akrab Andi Muchtar Ali Yusuf, saat membuka Musrenbang Kecamatan Herlang.

Pembangunan infrastruktur yang dikerja di Herlang tahun anggaran 2022 adalah perbaikan jalan ruas Karassing-Kupang, ruas Singa-Borong dan ruas Turungan Beru-Dajo, Kecamatan Kajang.

Selain itu, Herlang juga mendapat dana rekonstruksi tembok laut di Alorang dan Pattinoang.

Turut hadir dalam Musrenbang anggota DPRD Dapil 4, Muh Tamrin, Musa Larfi, dan Ismail Yusuf.

Andi Utta mengaku, tahun ini adalah Musrenbang Kecamatan pertama baginya, sehingga sedapat mungkin ia harus hadir untuk merasakan atau mengetahui langsung suasana musrenbang dan berdialog dengan tokoh masyarakat setempat.

Herlang adalah kecamatan keempat yang melaksanakan musrenbang yang dihadiri langsung Andi Utta. Sebelumnya, telah dilaksanakan di Kecamatan Kajang, Ujungbulu, dan Gantarang.

“Saya ingin dengar langsung aspirasi masyarakat, bukan diceritakan,” imbuh Andi Utta.

Bahkan, usai musrenbang Andi Utta selalu melanjutkan dialog dan sambung rasa dengan para kepala desa dan kepala dusun setiap kecamatan yang dirangkai dengan penyerahan bibit unggul secara simbolis.

Terkait bibit unggul, Andi Utta menjelaskan, program tersebut adalah bagian dari reformasi di sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dari produk pertanian.

“Sampai kapan pohon yang buahnya kecut itu dipertahankan, apakah lima tahun, sepuluh tahun kemudian akan menjadi manis,” tantang Andi Utta yang berlatar pengusaha ini.

Makanya, ia menyarankan agar tanaman-tanaman yang tidak produktif itu diganti dengan bibit unggul yang kualitasnya dijamin.

Untuk memaksimalkan pengadaan bibit unggul di Bulukumba, Andi Utta mengaku, juga sudah menyampaikan kepada Gubernur Sulawesi untuk dibantu bibit unggul, begitu juga melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan lainnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top