search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Musrenbang Bontotiro, Kades: Andi Utta Pemimpin Terbuka

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 22 Februari 2022 21:32
MUSRENBANG. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan arahan pada Musrenbang Kecamatan Bontotiro di halaman Kantor Camat Bontotiro, Selasa (22/2/2022). foto: istimewa
MUSRENBANG. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan arahan pada Musrenbang Kecamatan Bontotiro di halaman Kantor Camat Bontotiro, Selasa (22/2/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Kepala Desa (Kades) Buhung Bundang, Mashuri Kurniawan, memuji pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba tahun anggaran 2023 yang digelar di luar ruangan.

Mashuri menyebut, pelaksanaan musrenbang kali ini, sebagai penanda untuk mencerminkan gaya kepemimpinan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta.

“Barusan musrenbang tidak dilaksanakan di dalam ruangan. Ini menandakan
Pak Bupati Andi Utta adalah pemimpin terbuka,” katanya saat mengikuti musrenbang di halaman Kantor Camat Bontotiro, Selasa (22/2/2022).

Mashuri mengatakan, salah satu bukti kepemimpinan terbuka adalah bupati saat ini meminta agar semua permasalahan yang ada di desa untuk disampaikan, dengan mengurai permasalahan secara sistematis dan teroganisir.

“Dari dulu kan konsepnya beliau begitu. Artinya bahwa apapun persoalan selalu punya jalan keluar. Sepanjang dicari jalan keluarnya. Di mana benang merah di setiap persoalan,” katanya.

“Open government. Itu yang menurut kami kepemimpinan beliau terbuka,” tambahnya.

Mashuri menambahkan, musrenbang digelar di luar gedung dengan sistem terbuka berdampak pada keterlibatan semua pihak untuk merancang pembangunan secara partisipatif.

“Malam tadi, Pak Camat perintahkan agar kepala dusun dihadirkan untuk berdialog langsung dengan Pak Bupati. Makanya pak bupati sampaikan bahwa inovasi bisa muncul dari kita semua,” katanya.

Mashuri bangga karena Bontotiro, sebagai salah satu daerah yang punya datuk dari tiga datuk yang pernah menyiarkan agama Islam di Sulsel. Oleh karena itu, ia meminta agar ke depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bernafaskan agama dan budaya di Bontotiro.

“Janganki melupakan sejarah!. Saya harap ke depan kita melaksanakan napak tilas di sana (sekitar mesjid dan makam Dato Tiro) pada setiap 1 Muharram. agar ada kebanggaan,” tuturnya.

Sementara, Andi Utta meminta semua pihak untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan untuk mewujudkan visi misi bupati dan wakil bupati yang tertuang di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Andi Utta juga menanggapi permintaan Kepala Desa Buhung Bundang untuk membangkitkan gairah wisata religi, dengan melaksanakan even Festival Dato Tiro setiap tahunnya.

“Ini even bagus sekali. Kasi saya ide dan historinya. Saya akan sambung ke orang yang paham untuk kajiannya,” kata Andi Utta.

“Jangan biarkan saya berpikir dan berinovasi sendiri. Ide dan inovasi dari kita semua penting untuk Bulukumba ke depan,” tambahnya.

Sekedar diketahui, musrenbang tingkat Kecamatan Bontotiro juga dihadiri tiga legislator DPRD Kabupaten Bulukumba, diantaranya Andi Rantinah Amin, Sabir, dan Musa Lipra.

Kemudian ada Camat Bontotiro dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala desa dan lurah, kepala dusun dan kepala lingkungan, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda.

Musrenbang Bontotiro ini adalah Musrenbang Kecamatan yang kedelapan yang dihadiri bupati secara langsung. Masih ada dua kecamatan yang belum, yaitu Kecamatan Rilau Ale dan Kecamatan Bulukumpa. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top