search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pendapatan Daerah Sulsel 2021 Meningkat 14,89 Persen

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 24 Maret 2022 18:00
PENYERAHAN. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2021 kepada Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Ina Kartika Sari dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Rabu (23/3/2022). foto: istimewa
PENYERAHAN. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2021 kepada Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Ina Kartika Sari dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Rabu (23/3/2022). foto: istimewa

Andi Sudirman Sulaiman Serahkan LKPJ 2021

PLUZ.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2021 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulsel, Rabu (23/3/2022).

Dalam laporannya, Gubernur Sulsel menyampaikan capaian realisasi pendapatan daerah sampai akhir 2021 yang meningkat 14,89 persen atau sebesar Rp643,98 miliar lebih. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi pendapatan daerah pada 2020 lalu.

Capaian realisasi pendapatan daerah Provinsi Sulsel sampai dengan akhir 2021 sebesar Rp9,968 triliun atau 96,02 persen dari target yang ditetapkan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, sebesar Rp10,381 triliun lebih.

“Realisasi pendapatan ini meningkat sebesar Rp643,98 miliar lebih atau tumbuh sebesar 14,89 persen dari 2020. Pendapatan Daerah ini bersumber dari penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah,” lanjutnya.

Selain itu, kata Andi Sudirman, realisasi PAD tahun anggaran 2021 juga meningkat dibandingkan realisasi PAD pada 2020 lalu.

“Pendapatan asli daerah (2021) sebesar Rp4,422 triliun lebih atau 94,05 persen dari target sebesar Rp4,702 triliun lebih. Dibanding realisasi tahun anggaran 2020 sebesar Rp3,890 triliun lebih terjadi peningkatan sebesar Rp579.304 miliar lebih atau tumbuh sebesar 14,89 persen,” lanjutnya.

Andi Sudirman juga menyampaikan perkembangan capaian berdasarkan visi misi pemerintahan.

Ia menyebutkan, mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU), yakni indeks reformasi birokrasi, indeks kepuasan masyarakat, dan indeks pelayanan publik masing-masing mencapai 100 persen.

Untuk target tingkat kemiskinan periode September 8,70 persen, kata Andi Sudirman, realisasi sebesar 8,53 persen atau capaian 102 persen. Target tingkat pengangguran terbuka periode Agustus sebesar 6,08 persen dan realisasi 5,72 persen atau capaian 106,3 persen. Sementara, untuk target rasio gini 0,382 persen dan realisasi 0,377 persen atau tingkat capaian 101,3 persen.

“Untuk target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,10 sampai 5,55 persen dan realisasi pertumbuhan ekonomi pada 2021 secara kumulatif mencapai 4.65 persen atau capaian 113,41 persen. Target produktivitas total daerah 76,9 juta lebih dengan realisasi sebesar 77,8 juta lebih atau tingkat capaian 101,2 persen,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, gubernur termuda se-Indonesia ini juga mengungkapkan, capaian program pembangunan yang disusun berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang meliputi urusan wajib dasar dan urusan wajib non-dasar serta urusan pilihan.

Urusan wajib dasar, meliputi urusan pendidikan pada Dinas Pendidikan anggaran Rp2,868 triliun lebih dan direalisasikan Rp2,744 triliun lebih atau 95,67 persen dan capaian fisik 82.98 persen. Urusan Kesehatan pada Dinas Kesehatan anggaran Rp104,526 miliar lebih dan direalisasikan Rp98,335 miliar lebih atau 94,08 persen dan capaian fisik 91,95 persen.

Sementara, untuk capaian urusan pemerintahan wajib non dasar, misalnya, urusan koperasi dan UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM dialokasikan anggaran Rp24,707 miliar lebih dan direalisasikan Rp22,408 Miliar lebih atau 90,69 persen dan capaian fisik sebesar 100 persen.

Urusan penanaman modal pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP, dialokasikan anggaran Rp20,534 miliar lebih dan direalisasikan sebesar Rp19,248 miliar lebih atau 93.74 persen dan capaian fisik sebesar 100 persen.

“Urusan pangan, pada Dinas Ketahanan Pangan dialokasikan anggaran Rp39,679 miliar lebih dan dapat direalisasikan Rp37,951 miliar lebih atau 95,64 persen, dan capaian fisik 100 persen,” terangnya.

Gubernur yang akrab disapa Andalan ini, juga menyampaikan capaian urusan pemerintahan pilihan untuk urusan pertanian pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dialokasikan anggaran sebesar Rp370,192 miliar lebih dan dapat direalisasikan sebesar Rp322,401 miliar lebih atau 87,09 persen, dan capaian fisik sebesar 84 persen.

Pada urusan perdagangan, anggaran yang dialokasikan melalui Dinas Perdagangan sebesar Rp16,963 miliar lebih dan dapat direalisasikan Rp15,767 miliar lebih atau sebesar 92,95 persen dengan capaian fisik 99.32 persen.

“Urusan perindustrian pada Dinas Perindustrian dialokasikan anggaran Rp29,402 miliar lebih dan direalisasikan Rp28,224 miliar lebih atau 96,00 persen dan capaian fisik 100 persen,” tuturnya.

Andi Sudirman menambahkan, Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan, dialokasikan anggaran sebesar Rp98,186 miliar lebih dan direalisasikan Rp88,014 miliar lebih atau 89,64 persen dan capaian fisik 96.37 persen. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top