search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Amson Padolo Rapat Bersama Panja Penyediaan Akses Internet Komisi I DPR RI

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 07 April 2022 16:00
RAPAT PANJA. Kepala Diskominfo-SP Provinsi Sulsel, Amson Padolo (kedua kiri), menghadiri Rapat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Penyediaan Akses Internet Komisi I DPR RI bersama BAKTI Kementerian Kominfo di Balla Lompoa II Ballroom, Hotel Harper Perintis Makassar, Kamis (7/4/2022). foto: istimewa
RAPAT PANJA. Kepala Diskominfo-SP Provinsi Sulsel, Amson Padolo (kedua kiri), menghadiri Rapat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Penyediaan Akses Internet Komisi I DPR RI bersama BAKTI Kementerian Kominfo di Balla Lompoa II Ballroom, Hotel Harper Perintis Makassar, Kamis (7/4/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Provinsi Sulsel, Amson Padolo, menghadiri Rapat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Penyediaan Akses Internet Komisi I DPR RI bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikas dan Informasi (Kominfo) di Balla Lompoa II Ballroom, Hotel Harper Perintis Makassar, Kamis (7/4/2022).

Rapat kunjungan kerja yang dihadiri Kepala Diskominfo Kabupaten/Kota se-Sulsel ini, memiliki agenda spesifik terkait dengan penyediaan akses internet BAKTI Kominfo di Provinsi Sulsel yang merujuk pada Peta Jalan Digital 2021-2024.

Dalam sambutannya, Amson Padolo mengatakan, terdapat lima poin penting yang menjadi amanat Presiden Joko Widodo dalam upaya kita mempercepat transformasi digital di Indonesia, salah satunya adalah perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital.

“Poin ini adalah salah satu poin terpenting, sekaligus menjadi poin yang dari pengalaman kami di Pemprov (Pemerintah Provinsi) Sulsel menjadi poin yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Setiap kunjungan koordinasi maupun konsultasi dari pemerintah kabupaten/kota yang kami terima, sebagian besar melaporkan betapa peningkatan akses dan infrastruktur digital menjadi harapan masyarakat luas,” kata Amson Padolo.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun Diskominfo-SP Sulsel sejak 2019, masih ada sekitar 563 titik blank spot di seluruh wilayah Sulsel. Pada 2021-2022, melalui program pembangunan infrastruktur digital non-3T, BAKTI Kominfo bersama provider terkait merencanakan menuntaskan 131 titik blank spot yang tersebar di sembilan kabupaten/kota se-Sulsel dengan membangun Base Transceiver Station (BTS).

“Tentunya atas nama pemerintah kabupaten/kota terkait, kami sangat berterima kasih untuk hal tersebut. Namun, kerja kita belum usai, karena masih banyak titik-titik blank spot lainnya yang menunggu perhatian pemerintah. Bahkan, beberapa titik blank spot yang dilaporkan masyarakat masih terletak pada kabupaten/kota yang sama yang menjadi objek pembangunan infrastruktur/BTS non-3T di tahun 2022,” katanya.

Amson Padolo menyampaikan, percepatan elektronifikasi transaksi keuangan sementara ini juga terus digalakkan Pemprov Sulsel sebagai bagian dari Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digagas Bank Indonesia. Salah satu tujuannya dimaksudkan agar pendapat daerah dapat meningkat dengan meminimalisir kelalaian dan kelemahan transaksi secara tunai.

“Namun, kendala yang dihadapi tetap pada seputar infrastruktur digital. Sebagai contoh, beberapa pelabuhan yang direncanakan akan menggunakan elektronifikasi transaksi, belum dapat dilaksanakan, karena tidak adanya akses seluler ataupun internet di kawasan tersebut,” lanjutnya.

Oleh karena itu, ia sangat berharap dengan kehadiran Panja Penyediaan Akses Internet Komisi I DPR RI tersebut keinginan masyarakat akan terbangun meratanya pembangunan infrastruktur digital di Indonesia dapat diwujudkan.

“Kami yakin kegiatan ini akan membawa perubahan yang sangat baik dan mempercepat pembangunan digital di daerah ini. Bagaimanapun juga, kehadiran infrastruktur digital yang baik adalah kunci dasar terwujudnya ekosistem digital yang akan dirasakan manfaatnya bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat,” tutupnya.

Sementara, Ketua Tim Panja Penyediaan Akses Internet Komisi I DPR RI, Bambang Kristiono dalam pengantarnya menjelaskan, dalam saat ini BAKTI memiliki empat layanan publik, seperti penyedia akses internet, penyedia BTS, Palapa Ring serta satelit multifungsi.

“Khusus penyediaan akses internet, BAKTI bahkan secara berkelanjutan melakukan program ini dengan berkesinambungan. Komisi I DPR RI ingin terus memastikan bahwa BAKTI Kementerian Kominfo dapat terus bekerja untuk rakyat secara baik dan tepat sasaran, khususnya untuk wilayah 3T, yaitu terdepan, terpencil, dan tertinggal. Bahkan, menurut data Kementerian Kominfo pada 2020 hingga 2021, BAKTI Kementerian Kominfo telah mendistribusikan layanan penyediaan akses internet ke lebih dari 15.000 titik di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ia berharap, melalui pertemuan tersebut pihaknya dapat mendengarkan paparan dari BAKTI Kementerian Kominfo untuk mengetahui sejauh mana keberlanjutan terkait program penyediaan akses internet BAKTI Kementerian Kominfo di Provinsi Sulsel yang merujuk pada Peta Jalan Digital 2021-2024 mendatang.

Rapat kunjungan kerja yang juga diisi dengan sesi pemaparan materi Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi (TI) untuk Badan Usaha BAKTI, Dhia Anugrah Febriansa dan sesi tanya jawab dengan peserta rapat tersebut, diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top