search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Penerimaan ASN 2022 Fokus PPPK

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 28 Juni 2022 23:09
Imran Jausi. foto: istimewa
Imran Jausi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah memastikan tidak ada rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2022.

Hal tersebut dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Imran Jausi, saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya, Selasa (28/6/2022).

“Memang di tahun 2022 sudah disampaikan dari awal Menteri PANRB, kita tidak menerima lagi formasi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Jadi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang diterima itu hanya untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” ujarnya.

Imran Jausi mengungkapkan, Pemprov Sulsel sendiri telah menyusun formasi non-guru untuk 2022 melalui e-Formasi yang merupakan produk aplikasi Kementerian PANRB.

“Kita sudah masukkan beberapa jenis kualifikasi untuk PPPK di luar guru. Pertanyaannya, kenapa guru tidak ada, karena memang dari sekitar 9.000 yang kemarin itu, baru terisi dari formasi tahap I itu 1.669 dan pada tahap II yang sementara berproses ini sekitar 1.750. Jadi kita masih memiliki kurang lebih 4.000-an formasi lagi yang saya kira harus dimanfaatkan para guru-guru kita (tahap III), karena memang kebutuhan guru kita besar,” ungkapnya.

Imran Jausi menambahkan, seiring berjalannya waktu ada beberapa formasi non-guru yang ternyata dibutuhkan Pemprov Sulsel, khususnya dalam lingkup pertanian.

“Untuk Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) itu, Alhamdulillah, Bapak Gubernur sudah menyetujui untuk menambah formasi kurang lebih 69 orang. Itu juga kita telah menyurat secara resmi ke Menteri PANRB untuk kita masukkan,” tambahnya.

Imran Jausi menjelaskan, Menteri PANRB saat ini telah membuka jadwal penginputan kembali e-Formasi untuk setiap provinsi di seluruh Indonesia dengan jadwal yang berbeda-beda.

“Untuk Sulawesi Selatan sendiri, kita kebagian 4 sampai 13 Juli. Artinya, kita harus manfaatkan waktu itu untuk menginput kalau ada perubahan formasi. Perubahan itu bisa berupa penambahan, pengurangan, ataupun penggantian. Setelah selesai itu akan ada jeda waktu satu sampai dua bulan baru muncul formasi, karena kan kita input semua formasi, tetapi belum tentu semuanya disetujui,” jelasnya.

Imran Jausi menyampaikan, berdasarkan jadwal nasional, kemungkinan untuk tes PPPK guru tahap III dan PPPK non-guru pada 2022 ini, nantinya akan dilaksanakan secara bersamaan.

Sementara, terkait Surat Keputusan (SK) PPPK guru yang lulus pada tahap II, sambil memperlihatkan berkas-berkas yang tersusun di meja kerjanya, Imran Jausi menyampaikan, sementara berproses.

“Berproses mi, contohnya ini, ini sedang kita persiapkan, ini nanti saya tanda tangani kemudian terus ke BKN (Badan Kepegawain Negara). Memang butuh waktu untuk menyelesaikan. Jadi kami hanya ingin berpesan kepada teman-teman PPPK yang sudah lulus tahap II untuk sabar menanti, karena pada waktunya akan selesai juga,” terangnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top