search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Mantan Wakil Ketua KPK Temui Andi Utta

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 17 Agustus 2022 10:00
PERTEMUAN. Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menerima kunjungan mantan Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 Laode Muhammad Syarif di sela-sela kesibukannya mengikuti rangkaian acara HUT Kemerdekaan RI Ke-77 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Selasa (16/8/2022). foto: istimewa
PERTEMUAN. Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menerima kunjungan mantan Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 Laode Muhammad Syarif di sela-sela kesibukannya mengikuti rangkaian acara HUT Kemerdekaan RI Ke-77 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Selasa (16/8/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menerima kunjungan mantan Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 Laode Muhammad Syarif di sela-sela kesibukannya mengikuti rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-77 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Selasa (16/8/2022).

Laode Syarif datang ke Bulukumba dalam kapasitasnya sebagai Direktur Eksekutif Kemitraan Partnership. Ia didampingi Direktur Program Dewi Rizki dan pelaksana program dari Payo-Payo dan OASE.

Saat ini Kemitraan menjalankan program Adaptasi Perubahan Iklim melalui Tata Kelola Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Adat Ammatoa Kajang, Bulukumba.

Laode Syarif menemui Bupati Bulukumba untuk membicarakan progres dan kelanjutan program Adaptasi Perubahan Iklim yang dilaksanakan konsorsium lembaga Payo-Payo dan OASE.

Laode Syarif mengatakan, program adaptasi perubahan iklim ini, adalah salah satu yang pertama di Indonesia untuk memperbaiki Daerah Aliran Sungai yang berada di wilayah adat Kajang. Sehingga diharapkan program ini, akan menjadi kontribusi yang baik bagi pelestarian lingkungan di Bulukumba dan Sulsel pada umumnya.

“Setelah mendengar pandangan dari bupati yang mendukung program ini, sehingga semoga saja untuk pengembangan proyek berikutnya kita bisa tingkatkan dengan proyek lebih besar,” ungkap Laode Syarif.

Sementara, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, pada pertemuan tersebut mengemukakan pandangannya terhadap pelestarian lingkungan yang menurutnya sudah mengalami gradasi atau penurunan sejak puluhan tahun.

Andi Utta, sapaan akrab Andi Muchtar Ali Yusuf, memberi contoh aliran sungai Balangtieng yang saat ini debit airnya sudah berkurang.

“Dulu 30 tahun lalu, jika musim kemarau, air sungai masih menutupi bebatuan. Tapi sekarang kondisi seperti itu tidak ada lagi,” bebernya.

Nah, menurutnya, isu pelestarian lingkungan penting direspon dan mendapat dukungan berbagai pihak, untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Dikatakan, untuk daerah aliran sungai penting melakukan penghijauan atau penanaman pohon kembali dengan jenis tanaman yang cocok.

“Untuk jenis tanaman di sekitar aliran sungai cocoknya tanaman sukun, karena akar pohonnya memiliki serapan air yang tinggi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk program bibit unggul yang saat ini dilaksanakan pemerintah daerah, juga akan memprioritaskan bibit tanaman sukun untuk wilayah daerah aliran sungai. Selain dinilai memiliki kekuatan pohon yang kuat, buah sukun juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Untuk program Adaptasi Perubahan Iklim di Kajang ini, Andi Utta sangat mendukung keberlanjutannya, karena selain dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Untuk diketahui tujuan dari program ini, adalah untuk meningkatkan ketahanan dan membangun kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim bagi masyarakat rentan melalui tata kelola DAS terpadu yang berkelanjutan di Masyarakat Adat Ammatoa Kajang di Bulukumba, Provinsi Sulsel.

Adapun tiga DAS yang menjadi lokasi program adalah DAS Apparang, DAS Raowa, DAS Baonto. Sejumlah kegiatan tengah didorong yaitu pembentukan Forum DAS, penyusunan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD-API)

Selain itu, ada kegiatan agroforestri, konservasi tanah dan air/terasering, serta pemanfaatan pekarangan melalui sekolah lapang. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top