search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto: Mitigasi Sosial, Permasalahan Sosial Tidak Boleh Dibiarkan

doelbeckz - Pluz.id Senin, 19 September 2022 09:41
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menekankan pentingnya mitigasi sosial.

Hal ini diungkapkan saat silaturahmi bersama Kepala Densus 88 AT Polri dan Keluarga Binaan Kota Makassar dalam kegiatan Deradikalisasi dan Pembinaan terhadap Eks Napiter dan Keluarga Napiter di Baruga Anging Mammiri, Kota Makassar, Minggu (18/9/2022) malam.

Menurutnya, Makassar dengan jumlah penduduk 1,5 juta jiwa, dengan tingkat heterogenitas sosial yang tinggi, dengan dinamika berbagai variabel, menimbulkan banyak aksi dan reaksi.

“Peran pemerintah sangat penting, seumpama tubuh, maka pemerintahan adalah otaknya. Dan komunitas masyarakat di lorong-lorong adalah selnya. Jika otak slow respon, tentunya akan menimbulkan aksi reaksi,” jelasnya.

Danny Pomanto mengakui, sebagai anak lorong, 40 tahun hidup dan besar di lorong, menjadikan kepekaan dan respon cepat menjadi keseharian dalam berbagai hal.

“Orang kenal saya sebagai anak lorong, jadi pada dasarnya saya paham betul persoalan di lorong, potensi di lorong, dan solidaritas di lorong,” ungkapnya.

Danny mengakui, salah satu hal yang dimiliki Makassar, adalah mitigasi sosial. Jika kota atau kabupaten lainnya memiliki RT/RW, maka di Makassar setelah RT/RW ada Bassi Barania dan Dewan Lorong. Dimana Dewan Lorong ini dipilih tiga orang dari unsur orang tua, perempuan, dan milenial, yang dilatih dengan sensor sosial.

“Permasalahan sosial tidak boleh dibiarkan, harus ada mitigasi sosial. Seperti yang kita lakukan pada malam ini, pembinaan bagi keluarga binaan, pendampingan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) hingga mampu memahami digitalisasi,” ungkap Danny.

Hal senada diungkapkan Kadensus 88 AT Polri, yang diwakili Dir Idensos Densus 88 Mabes Polri, Brigjen Pol Arif Mukhfudiarto.

“Sesuai dengan namanya, Densus 88, yang bekerja tanpa putus seperti angka 8. Menyelesaikan masalah bukan hanya pada penyelidikan, penyergapan, hingga penahanan, tetapi berlanjut hingga pembinaan,” ujarnya.

“Kita melakukan pembinaan dengan binaan dan keluarga binaan, menjalin silaturahmi, hingga menjadi teman dan saudara,” lanjutnya.

Saat ini keluarga binaan telah mengembangkan berbagai kegiatan UMKM, seperti usaha menjahit, usaha bakso dan sosis bakar, usaha roti, keripik, donat, dan berbagai usaha lainnya.

Melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah memberikan berbagai kemudahan, diantaranya pendampingan UMKM.

Di malam silaturahmi ini, keluarga binaan dibekali pula dengan pengenalan BliBli, dari Senior Merchandising Officer Blibli, Angger Alfi Zakki, yang mengajarkan tentang bagaimana memperkenalkan, dan memasarkan produk mereka secara digital di aplikasi Blibli. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top