search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Curah Hujan Tinggi, Danny Pomanto Imbau Camat Perhatikan Drainase

doelbeckz - Pluz.id Senin, 10 Oktober 2022 09:00
PENINJAUAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno turun langsung memantau Kolam Regulasi Nipa-nipa sebagai kolam reduksi banjir yang ada di Sungai Tallo, Kamis (20/1/2022). foto: istimewa
PENINJAUAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno turun langsung memantau Kolam Regulasi Nipa-nipa sebagai kolam reduksi banjir yang ada di Sungai Tallo, Kamis (20/1/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Memasuki kondisi curah hujan yang tinggi, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyiapkan antisipasi untuk mencegah terjadinya ancaman banjir.

Salah satunya dengan membersihkan drainase di setiap wilayah Kota Makassar. Hal itu rutin dikerjakan jauh sebelum memasuki musim penghujan.

“Satgas Drainase kita intensifkan agar bisa maksimal. Potensi banjir tetap kita waspadai, karena curah hujan sekarang melebihi batas normal, termasuk antisipasi pohon tumbang. Kita usahakan maksimal penanganannya,” ucap Danny Pomanto, Minggu (9/10/2022).

Tak hanya itu, Danny mengungkapkan, sudah melakukan penanganan spesifik di titik Perumahan BTN Kodam 3, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

“Di Kodam 3, saya sudah buatkan lurusan dengan meluruskan sungainya bersama Balai Pompengan (Balai Besar Wilayah Sungai/BBWS Pompengan Jeneberang),” sebutnya.

Danny juga mengimbau, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan angin kencang.

Dengan secara berkala memonitoring wilayahnya masing-masing dan melaporkan kondisi wilayahnya setiap saat.

“Saya selalu memantau prakiraan cuaca BMKG. Seperti kemarin kan banjir semua, Bali banjir, Jakarta banjir, semua banjir. Tapi kita antisipasi,” tuturnya.

Danny juga berharap agar masyarakat turut membantu dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat yang dapat memicu terjadinya penumpukan dan menghalangi jalur air. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top