PLUZ.ID, MAKASSAR – Penantian panjang Kota Makassar menjadi yang terbaik cabang olahraga sepak bola di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel, sebelumnya bernama Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel, terobati.
30 tahun menanti medali emas akhirnya bisa direbut kembali pada Porprov Sulsel XVII 2022 yang berlangsung di Kabupaten Sinjai-Kabupaten Bululumba.
Di laga final cabang olahraga sepak bola, kontingen Kota Makassar menaklukkan Kabupaten Maros melalui adu penalti dengan skor 5-4 (0-0) pada laga yang berlangsung di Stadion H Andi Bintang Kabupaten Sinjai, 2 November 2022 lalu.

Sofyan Haeruddin. foto: istimewa
Kesuksesan Makassar mengakhiri dahaga puasa medali emas ini, tidak lepas dari sentuhan tangan dingin sang pelatih Sofyan Haeruddin.
Coach Sofyan Haeruddin merupakan sosok penting di balik kesuksesan tim sepak bola Makassar menjuarai Piala Porprov XVII 2022 dengan raihan medali emas.
CSH 21, sapaan akrab Sofyan Haeruddin, sukses membawa Kota Makassar merengkuh medali emas untuk pertama kalinya setelah 30 tahun menunggu.

Pelatih Tim Sepak Bola Makassar, Sofyan Haeruddin, bersama tim kepelatihan sepak bola Makassar pada Porprov Sulsel XVII 2022. foto: istimewa
Dimana terakhir kali Makassar meraih emas pada saat masih bernama porda, tepatnya Porda VII yang diadakan di Kota Makassar 1992. Kala itu, kapten tim Makassar adalah Herman Rante. Saat itu pula Sofyan Haeruddin bermain untuk Gasiba Bulukumba (kontingen Bulukumba), yang menjadi lawan yang dikalahkan PSM Makassar (kontingen Makassar) di babak final juga melalui kemenangan drama adu penalti.
Bagi putra kelahiran Kabupaten Bulukumba, 21 Maret 1974, tugas yang berat sebagai pelatih sepak bola Makassar ini, merupakan amanah dari Ketua KONI Kota Makassar, Ahmad Susanto.
Untuk itu, lulusan S1 Kepelatihan
(IKIP Ujungpandang 1998) dan S2 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Universitas Negeri Makassar 2010) ini, pun membentuk tim kepelatihan yang solid.

Pelatih Tim Sepak Bola Makassar Sofyan Haeruddin bersama Ketua KONI Kota Makassar Ahmad Susanto. foto: istimewa
CSH21 dibantu Asisten Pelatih Irfan Rialis, Pelatih Fisik Rahdan Rahman, Pelatih Kiper Tirta Bayu, serta Tim Ofisial Ahmad Sukarno dan Muh Jufri Dg Rate. Ditambah kehadiran Manejer Erwin dan Sekretaris Tim Rahmatullah. Sementara, kapten tim adalah Muh Fikri Haikal.
“Saya sebagai kepala pelatih membangun kolaborasi dan Alhamdulillah semua program berjalan lancar mulai dari persiapan secara teknis, latihan fisik, teknik, taktik strategi, dan mental menjadi kunci meraih sukses menjadi juara pertama dengan raihan emas,” ujarnya.
Sosok yang mengidolakan Syamsuddin Umar dan Louis van Gaal saat menjadi pelatih sepak bola ini, mengatakan, prestasi terbaik ini, dipersembahkan untuk seluruh warga Kota Makassar.
“Raihan emas ini, kami persembahkan sebagai kado terindah HUT (Hari Ulang Tahun) Kota Makassar Ke-415 yang jatuh pada 9 September 2022. Terima kasih banyak atas dukungannya Pak Wali (Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto), Ketua KONI Kota Makassar Pak Ahmad Susanto, dan semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan tim sepak bola Makassar hingga kami mampu mempersembahkan emas. Ucapan terima kasih khusus kepada seluruh pemain dan keluarganya yang sudah mendukung dan mendoakan kami selama ini. Pemenang hanya mereka yang menginginkannya dan berusaha mewujudkannya. Makassar Juara,” jelas pelatih berlisensi C AFC ini.

Pelatih Tim Sepak Bola Makassar, Sofyan Haeruddin, diangkat para pemain usai menjuarai cabang sepak bola Porprov Sulsel XVII 2022. foto: istimewa
Sofyan Haeruddin yang juga sebagai Guru Olahraga SMP Negeri 18 Kota Makassar ini, sebelumnya pernah menorehkan sejumlah prestasi sebagai pelatih di bidang sepak bola.
Diantaranya, di Kabupaten Poso, Sulteng, dengan membawa tim Suratin Persipos Poso untuk lolos 8 besar wilayah Indonesia Bagian Timur 2004, Pelatih PSM Makassar U 18 Suratin 2010, Pelatih Kepala Porprov Kabupaten Majene 2015, Provinsi Sulbar sebagai finalis, mencetak sejarah dengan meloloskan sepak bola Kabupaten Kepulauan Selayar untuk pertama kalinya ke Porprov XVI di Kabupaten Pinrang 2018.
Sementara, sebagai pemain CSH 21 mampu meraih juara I saat membela PSM Makassar pada ajang Habibie Cup 1996, juara I Pomnas 1998, sekaligus memperkuat Timnas Mahasiswa Indonesia 1999 di Bangkok, Thailand. Saat membela Timnas Mahasiswa Indonesia, CSH 21 bersama bintang-bintang PSM Makassar saat itu, yaitu Yeyen Tumena, Kurniawan Dwi Yulianto, Miro Baldo Bento, Yuniarto Budi, dan Budiman Buswir. (***)