search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

BPPD Sulsel Gencar Promosi Wisata, Target 90 Ribu Wisman dan 2,5 Juta Wisnus

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 26 November 2022 15:00
PROMOSI WISATA. BPPD Sulsel melakukan program promosi wisata di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, 25-26 November 2022. foto: istimewa
PROMOSI WISATA. BPPD Sulsel melakukan program promosi wisata di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, 25-26 November 2022. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada kesehatan saja, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pariwisata.

Adanya pandemi Covid-19 membuat pemerintah melakukan berbagai kebijakan untuk menghentikan penyebaran virus, salah satunya adalah dengan membatasi mobilitas masyarakat.

Hal tersebut tentunya akan berdampak pada sektor pariwisata. Selain itu, adanya pandemi Covid-19 membuat masyarakat takut untuk berpergian dan memilih untuk diam dirumah kecuali untuk tujuan penting dan mendesak.

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Sulsel, Andry S Arief Bulu, mengatakan, dengan menurunnya kasus, sektor pariwisata mulai bangkit kembali. Pihaknya pun mencanangkan 2023 mendatang sebagai momentum kebangkitan pariwisata Sulsel.

“Kita berharap tahun 2023 jadi tahun kick off pariwisata Sulsel. Kabi berharap semua stakeholder di Sulsel bisa bahu membahu membangkitkan ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujarnya.

Andry mengatakan, pihaknya menargetkan tahun 2023, ada sekitar 90 ribu Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan 2,5 juta Wisatawan Nusantara (Wisnus) yang berkunjung ke Sulsel.

Untuk mencapai target itu, BPPD Sulsel melakukan berbagai program promosi. Salah satunya yang saat ini berlangsung, Direct Promotion di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, 25-26 November 2022.

“Kami melibatkan teman-teman ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies), yang kebetulan melakukan Rakernas di sini. Kami memanfaatkan momen itu untuk memperkenalkan potensi pariwisata Sulsel ke 100 lebih pengusaha tours and travel,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, BPPD Sulsel memperkenalkan sejumlah potensi wisata. Mulai dari desa wisata, dimana Sulsel menjadi daerah terbanyak yang menghadirkan program tersebut.

Berdasarkan data ada 465 desa wisata di Sulsel. Delapan, diantaranya menjadi desa wisata terbaik nasional dan masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), mulai dari Desa Wisata Bontolojong (Bantaeng), Desa Wisata Ara (Bulukumba), Desa Wisata Barania (Sinjai), Desa Wisata Bahuluang (Kepulauan Selayar), Desa Wisata Rammang-Rammang (Maros), Desa Wisata Kole Sawangan (Tana Toraja), Desa Wisata Lembang Nonongan (Toraja Utara), dan Desa Wisata Kambo (Palopo).

Tak hanya itu, BPPD Sulsel juga memperkenalkan Taman Nasional Geopark Maros-Pangkep yang baru saja mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan dunia.

“Dalam waktu dekat sertifikat dari UNESCO ini akan diserahkan. Itu semua kita promosikan ke teman-teman ASITA dan GIPI (gabungan industri pariwisata),” kata Andry.

Di awal tahun 2023, BPPD Sulsel juga akan menggelar kegiatan Tourism Outlokk di Makassar. Lalu dilanjutkan dengan program Direct Selling promosi wisata di Jakarta.

“Dengan program itu semua kita berharap target kita bisa tercapai. tentu dengan bantuan dan kolaborasi bersama Pemda, industri dari ASITA, GIPI dan PHRI, serta pelaku ekonomi kretaif dan wisata lainnya,” jelas Andry. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top