search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Polman-Bulukumba Jajaki Kerja Sama, dari PMI Sampai Promosikan Bira di Malaysia

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 19 September 2023 22:00
KUNJUNGAN. Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bertukar cendera mata dengan Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar saat bertemu di Kantor Bupati Bulukumba, Senin (18/9/2023). foto: istimewa
KUNJUNGAN. Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bertukar cendera mata dengan Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar saat bertemu di Kantor Bupati Bulukumba, Senin (18/9/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Bupati Polewali Mandar, Sulbar Andi Ibrahim Masdar didampingi Asisten I bertandang ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba.

Orang nomor satu Polman ini, disambut hangat Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, di Kantor Bupati Bulukumba, Senin (18/9/2023).

Kunjungan Bupati Polman, sekaligus menyosialisasikan layanan pelayaran internasional Pelabuhan Tanjung Silopo Polman dengan Pelabuhan Lahad Datu Sabah Malaysia Timur bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik untuk kunjungan wisata, kunjungan kerja, maupun kunjungan keluarga.

“Kami kerjakan pelabuhan ini, selama enam tahun. Jadi periode pertama kami kerja, karena didorong banyaknya masyarakat kita di sana pekerja ilegal,” katanya.

“Karena masyarakat sering ditangkap di sana, makanya kami memboyong Dukcapil dan BRI untuk perekaman KTP (Kartu Tanda Penduduk) di sana,” tambah Ibrahim.

Dari situlah awalnya, pertemuan antara Pemkab Polman dengan pemerintah Lahaddatu Kerajaan Malaysia. Keduanya membahas kerja sama untuk membantu masyarakat Sulbar berangkat dengan mempunyai dokumen.

“Kami mulai kerja enam tahun lalu. Begitu siap, langsung pandemi Covid-19, sehingga dibatalkan. Selesai pandemi, kendalanya pelabuhan lagi di Polman dan Lahaddatu,” ujarnya.

Ibrahim menerangkan, setelah pelabuhan rampung dan dokumen-dokumen surat dari Kerajaan Malaysia juga sudah selesai, barulah dibangun komunikasi kembali.

“Pemilik kapal yang juga selalu setia menemani kita dan selalu setia menstandbykan kapalnya untuk selalu dipakai. Bulan lalu kapal sudah datang dan kita akan memulai pelayanan perdana pada 9 Desember 2023,” katanya.

Ibrahim lebih dalam mengemukakan alasan memilih Bulukumba sebagai daerah kunjungan pertama di Sulsel. Selain sosialisasi, pihaknya juga ingin menjajaki peluang kerja sama dengan Pemkab Bulukumba.

Untuk Sulsel, katanya, yang paling banyak tenaga kerja di Malaysia adalah orang Bulukumba. Setelah Bulukumba, ia akan melanjutkan kunjungan ke kabupaten lain, bahkan ke Sulawesi Tenggara.

“Alasan pertama penjajakan kerja sama karena tenaga kerja. Kemudian, kita akan promosikan Pantai Bira, karena mereka tak punya spot tempat-tempat wisata seperti itu di sana,” ujar Ibrahim.

“Makanya kami tadi mengajak Pak Bupati dan Pak Wabup untuk jalan-jalan ke sana sambil mempromosikan pariwisata Bira,” jelasnya menambahkan.

Dari kerja sama itu, diharapkan, agar nantinya banyak orang Malaysia bisa mengunjungi Pantai Bira Bulukumba. Begitupun sebaliknya, orang-orang Bulukumba bisa mengunjungi Malaysia.

“Insya Allah, nanti akan ada perjanjian kerja sama seperti itu,” jelas Ibrahim.

Sementara, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bupati Polman. Kunjungan itu, sekaligus sebagai suatu kebanggaan dan kehormatan bagi pemkab maupun masyarakat Bulukumba.

“Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Bapak Bupati Polman beserta rombongan di Kabupaten Bulukumba,” katanya.

Bupati yang akrab disapa Andi Utta ini, menjelaskan potensi Bulukumba baik sumber daya alam, maupun sebagai wilayah strategis di jazirah selatan pulau Sulawesi dengan panjang pantai 128 kilometer.

“Daerah ini, juga memiliki wilayah pegunungan yang terdiri dari daerah perkebunan dan hutan. Bulukumba memiliki beberapa pantai indah yang menjadi tujuan wisata, yakni pantai pasir putih Tanjung Bira, pantai Mandala Ria, Titik Nol, dan Tebing Apparalang,” katanya.

Selain potensi alam itu, Bulukumba juga memiliki potensi wisata budaya, yaitu adanya Kawasan Adat Ammatoa Kajang yang tetap mempertahakan budaya tradisionalnya dan dipimpin pemangku adat tertinggi, yaitu Ammatoa.

“Bulan Agustus yang lalu Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berkunjung ke Ammatoa dan beri gelar adat,” jelasnya.

Andi Utta menyebutkan, Kabupaten Bulukumba juga dikenal dengan julukan Bumi Panritalopi, yang artinya daerah bermukimnya para ahli pembuat perahu yang merupakan keahlian yang diwariskan secara turun temurun, dimana salah satunya adalah keahlian membuat perahu Pinisi yang sudah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda.

“Bulukumba termasuk daerah yang memiliki wilayah yang luas, yakni 1.154 Km² dengan medan tempuh yang terdiri dari pesisir, daratan, dan pegunungan,” imbuhnya.

Dengan demikian, Pemkab Bulukumba menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan kerja ini sebagai upaya membangun sinergitas, kerja sama dan kebersamaan antara instansi pemerintah dan antar wilayah upatiuga hadir Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Bulukumba HM Daud Kahal bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah pejabat Eselon III, serta puluhan tamu undangan peserta sosialisasi.

Daud Kahal didaulat menjadi moderator dalam sosialisasi ini, dengan narasumber Dirut Panca Merak Samudera (Perusahaan Pelayaran Angkutan Laut) Rudi Effendy, dan Konsultan Ketenagakerjaan BP2MI Mohd Agus Bustami. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top