PLUZ.ID, JAKARTA – Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menggelar kegiatan International Military Medicine Symphosium 2023, Selasa (17/10/2023).
Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Militer RIDU, Brigjen Dr dr Dian Andriani Ratna Dewi SpDVE MBiomed MARS SH MH FINSDV FAADV, mengatakan, Program Kedokteran Militer Unhan merupakan pionir dalam studi kedokteran berbasis militer, dengan kurikulum khusus yang unik, mencakup pencegahan, penilaian ancaman, evakuasi, dan manajemen klinis penyakit dan cedera akibat pekerjaan militer.
Program ini mencakup Ilmu Militer, Keterampilan Medis Tempur, Kedokteran Angkatan, Kedokteran Pencegahan Militer, Fisiologi Militer Terapan, dan Kedokteran Kontingensi Militer.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Militer global melalui International Military Medicine Symposium yang pertama,” ujarnya.
Ketua Konsil Kedokteran (KKI/Konsil Kedokteran Indonesia), Prof dr Taruna Ikrar MBiomed PhD, bercerita aturan internasional dalam praktik kedokteran serta dampak dalam aturan praktik pelayanan kedokteran di Indonesia sejalan Undang-Undang (UU) No 17/2023.
“Aturan tersebut sangat cocok dengan regulasi praktik dan pelayanan kedokteran internasional di era global, pemerintah mendorong industri kesehatan untuk mandiri di dalam negeri dan mendorong penggunaan teknologi kesehatan yang mutakhir selain menyederhanakan proses perizinan kesehatan, paling penting melindungi tenaga kesehatan secara khusus dengan mengintegrasikan sistem informasi kesehatan,” ujar alumni Kedokteran Univerditas Hasanuddin (Unhas) ini.
Taruna Ikrar mengatakan, regulasi kedokteran Indonesia sangat membanggakan ditopang Undang-undang kesehatan mencakup hal-hal, seperti upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
“Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, perlindungan bagi masyarakat, serta mengatur kewenangan dan tanggung jawab tenaga kesehatan,” jelas Taruna Ikrar.
Hadir sebagai pembicara Nico Barito Med Sci selaku Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN dengan topik Pertahanan Lingkungan untuk Ketahanan Nasional, Kol Prof Phutsapong Srisawat MD Bangkok, Thailand dengan topik Bagaimana Mengajar Kedokteran Militer ke Kedokteran Taruna di Phramongkutklao College of Medicine, Prof dr Taruna Ikrar MBiomed PhD Direktur Member-at-Large IAMRA dan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia dengan topik Update Regulasi Kedokteran Internasional, Mampukah Kedokteran Indonesia Beradaptasi, Wali Kota Jenderal (Rtd) dr Daniel Tjen SpN FIHFAA WHO Health Security Interface-Technical Advisory Group dengan topik Kecerdasan Medis Masa Depan, dan dr Budi Satriyo Utomo SpKFR MARS Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal TNI Kemhan RI dengan topik Roadmap Rumah Sakit TNI.
Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Militer RIDU Lantai 2 dihadiri seluruh civitas akademik Unhan RI. (***)