search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Realisasi Transaksi PDN Sulsel Terbaik Kedua di Indonesia

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 08 November 2023 21:00
PENGHARGAAN. Pj Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menerima penghargaan pada sesi Anugrah Pengadaan 2023 dalam kategori Pemerintah Provinsi dengan Persentase Nilai Transaksi PDN saat menghadiri Rakornas Pengadaan 2023, yang digelar LKPP di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (7/11/2023). foto: istimewa
PENGHARGAAN. Pj Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menerima penghargaan pada sesi Anugrah Pengadaan 2023 dalam kategori Pemerintah Provinsi dengan Persentase Nilai Transaksi PDN saat menghadiri Rakornas Pengadaan 2023, yang digelar LKPP di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (7/11/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menghadiri Rakornas Pengadaan 2023, yang digelar Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Rakornas Pengadaan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 November 2023 ini, mengusung tema ‘Transformasi Pengadaan Menuju Indonesia Maju’.

Dalam kegiatan ini, Pj Sekda mewakili Pj Gubernur Sulsel menerima penghargaan pada sesi Anugrah Pengadaan 2023 dalam kategori Pemerintah Provinsi dengan Persentase Nilai Transaksi PDN (Produk Dalam Negeri).

“Tadi kami menghadiri acara penganugerahan pengadaan barang dan jasa yang diadakan LKPP, dan Alhamdulillah, Provinsi Sulawesi Selatan menempati tiga besar provinsi terbaik. Kita peringkat kedua untuk kategori persentasi nilai PDN,” ucapnya.

Keberhasilan Pemprov Sulsel meraih penghargaan ini, lanjut Andi Arsjad, karena realisasi transaksi PDN Sulsel yang cukup besar, dengan total realisasi sampai bulan November ini mencapai Rp1,38 triliun atau sekitar 51,45 persen.

Tingginya nilai realisasi transaksi PDN ini, menurut Andi Arsjad, menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menjalankan percepatan peningkatan produksi dalam negeri, termasuk dalam pemberdayaan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulsel.

“Tentu kita sangat berharap ini jadi motivasi bagi pelaku usaha kita untuk tetap meningkatkan produksi dan kualitas produk mereka. Kita pastikan dalam rangka pengadaan barang dan jasa produk UKM (Usaha Kecil Menengah) dapat terserap,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Arsjad juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh perangkat darah yang telah melakukan proses pengadaan dengan memperhatikan pengembangan PDN. Ucapan terimakasih juga disampaikan untuk Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel yang telah bekerja dengan baik, khususnya dalam melakukan penginputan data terkait PDN.

“Kami juga berterima kasih kepada teman-teman di Biro Pengadaan Barang dan Jasa yang sudah bekerja dengan baik melakukan proses penginputan, sehingga kita bisa meraih penghargaan pengadaan barang dan jasa. Kita berharap mudah-mudahan transaksi PDN kita bisa meningkat dimasa mendatang,” tegasnya.

Sementara, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Andi Kasman, mengungkapkan, untuk 2023 komitmen Pemprov Sulsel untuk target belanja Produk Dalam Negeri terhadap pagu belanja barang/jasa sebesar 61,06 persen atau Rp 2,69 triliun.

Angka tersebut, diakuinya, sudah melebihi dari target minimal yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 sebesar 40 persen.

“Angka ini sudah melebihi dari target minimal 40 persen berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022, dengan realisasi kita sampai saat ini (November), yaitu 51,45 persen atau sebesar Rp1.38 triliun,” ungkapnya.

Dengan adanya penghargaan ini, Andi Kasman menegaskan, Pemprov Sulsel akan terus menggalakkan Pengadaan Barang dan Jasa melalui katalog lokal dan marketplace ‘Bajubodo’ dalam mendukung belanja barang dan jasa untuk Produk Dalam Negeri serta meningkatkan keterlibatan UMKM di Sulsel. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top