search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kendalikan Inflasi Jelang Nataru, Pemprov-TPID Sulsel Hadirkan MDC di Seluruh Daerah

MDC Inovasi Pemkot Makassar
doelbeckz - Pluz.id Kamis, 14 Desember 2023 11:08
PENGECEKAN. Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel turun langsung meninjau harga komoditi di Pasar Pannampu Makassar, Rabu (13/12/2023). foto: istimewa
PENGECEKAN. Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel turun langsung meninjau harga komoditi di Pasar Pannampu Makassar, Rabu (13/12/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, terus berupaya menjaga inflasi, khususnya jelang Natal dan Tahun Baru 2024. Menjaga agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali, dilakukan melalui peninjauan dan operasi pasar.

Seperti yang dilakukan Rabu (13/12/2023). Pj Gubernur Bahtiar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulsel dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, melakukan peninjauan stok dan kebutuhan bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pasar Pannampu Makassar.

“Secara umum harga kebutuhan pokok masih stabil,” kata Bahtiar, usai peninjauan.

Khusus komoditi cabai yang menjadi salah satu penyebab inflasi, Bahtiar menemukan terjadi penurunan harga. Jika sebelumnya Rp90 ribu per Kilogram (Kg), hari ini turun menjadi Rp70 ribu per kg.

“Dibandingkan daerah lain Rp130 ribu, kita lumayan lebih baik. Masalah cabai ini harus kita selesaikan tahun depan,” ujarnya.

Peninjauan ini, kata Bahtiar, untuk mempertahankan capaian inflasi Sulsel yang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi nasional yang mencapai 2,86 persen. Angka inflasi ini, mencatatkan rekor sebagai angka inflasi yang terendah dalam lima tahun terakhir di Indonesia.

“Alhamdulillah, per 1 Desember inflasi kita dapat penghargaan nasional karena pertama dalam sejarah Sulsel di bawah nasional. Kalau secara nasional kita masuk sepuluh besar terbaik, kita ada di posisi 9. Yang sulit itu mempertahankan dan ini ada waktu menjelang Natal dan Tahun Baru, ada potensi inflasi meningkat,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bersama TPID Sulsel akan menghadirkan Mini Distribusi Center (MDC) di sejumlah pasar tradisional di kabupaten dan kota, khususnya yang angka inflasinya tinggi. MDC ini merupakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Saat ini di Makassar ada lima mobil truk yang beroperasi. Dengan MDC, masyarakat mendapatkan harga bahan pokok yang terjangkau, melibatkan Bulog, Forkopimda, dan pemkot. Saya berharap ini bisa direplikasi ke daerah lain, termasuk dengan bantuan TNI Polri,” ungkapnya.

“Kalau ini bisa kita lakukan, harga-harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru itu bisa kita kendalikan dengan baik,” sambungnya.

Bahtiar mengungkapkan, MDC ini merupakan pertama di Indonesia dengan pemodelan menangani inflasi. Program Pemkot Makassar ini diakuinya kemudian diangkat menjadi program provinsi.

“Kita sedang mengupayakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk 21 bahan pokok itu mencukupi di masyarakat. Karena masyarakat kita harus mendapatkan harga yang baik. Di samping itu, warga kita yang produsen bahan pokok juga mendapatkan harga yang baik juga. Supaya masyarakat tenang,” paparnya.

Sementara, pejabat dari Bank Indonesia, Hasiando GM, mengatakan, MDC ini ada di lima pasar tradisional, Pannampu, Pa’baeng-baeng, Terong, Sentral, dan Daya.

“Siap lima lagi, karena ada sepuluh yang dimiliki pemkot. Konsep ini nantinya kita kembangkan ke daerah, kabupaten dan kota lain yang menjadi sampling BPS. Jadi kita coba langsung intervensi ke jantungnya, sehingga harga terkendalikan,” imbuhnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top