PLUZ.ID, MAKASSAR – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulsel melakukan audiensi dan diterima langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Senin (18/12/2023).
Pengurus SMSI Sulsel yang hadir, diantaranya Ilham, Sabri, Hasanuddin, Ibrahim, Khaeril yang diterima Leonard penuh keakraban.
Mengawali pembicaraan, Sabri mewakili SMSI Sulsel menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat Kajati Sulsel. SMSI adalah organisasi yang anggotanya ada pimpinan perusahaan pers.
“Terima kasih atas penerimaan Pak Kajati Sulsel. Kami mewakili SMSI yang anggotanya dari pimpinan dan pimred media siber (online) di Sulsel berharap kolaborasi dan sinergitas dalam rangka pencegahan korupsi di Sulsel untuk Indonesia,” kata Sabri yang juga Ketua Panitia Rakerda SMSI Sulsel.
Sementara, Kajati Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyampaikan, hubungan dengan media mesti selalu dijaga dengan baik. Apalagi, dengan era teknologi saat ini, informasi makin terbuka diterima masyarakat.
“Kolaborasi informasi kami dengan media penting. Bagaimana informasi yang ada ini banyak, tetapi bagaimana memilah, kroscek yang mana ada nilai positifnya kepada masyarakat,” ucap Leonard.
Mantan Kajati Banten ini, menyampaikan, Sulsel ini memiliki budaya dan karakter yang kuat yang mesti dijaga secara sama-sama agar tercipta rasa aman, kesejahteraan tanpa prakter korupsi.
“Kedua saya datang kesini (Sulsel) kan amanah masyarakat, ini harus saya sampaikan, saya harus jaga amanah itu saya datang dengan tampak muka harus pulang dengan tampak punggung jadi jangan hilang, kan gitu semuanya itu harus komunikasi makanya saya buka lah komunikasi ini,” tutur Leonard bersemangat.
Bagi Leonard, wartawan bukan hal baru baginya, komunikasi selalu dibuka luas, karena tugas menyampaikan pesan bermanfaat kepada publik harus sampai dengan baik.
“Supaya saling komunikasi kalaupun tidak ketemu dengan saya, ada Kasi Penkum (Kajati) yang diberi mandat itu. Yang harus teman, bapak, ibu ini saling berkomunikasi, apa kendala di lapangan, di komunikasikan, jangan sampai putus,” ujar Leonard yang juga pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan Hukum atau Juru Bicara Jaksa Agung (Kejagung) RI.
“Saya dulu handphone itu 24 jam saya aktifkan, dari seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke itu wartawan masuk semua, tuh kan harus kita jawab kan minimal bilang sebentar nanti kita kasih jawaban kan begitu, jadi mereka puas, karena tidak diam,” sambungnya memperlakukan wartawan dengan baik. (***)