PLUZ.ID, BULUKUMBA – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, melantik dan mengukuhkan kembali empat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, Rabu (3/1/2024).
Mutasi ini adalah efek dari perubahan nomenklatur kelembagaan yang peraturan daerahnya telah direvisi bersama DPRD Desember yang lalu.
Tidak hanya pucuk pimpinan OPD, puluhan pejabat administrator dan pejabat pengawas OPD tersebut juga ikut dikukuhkan kembali.
Perubahan kelembagaan tersebut, yaitu Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah terbagi dua menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah serta Badan Pendapatan Daerah.
Berikutnya, Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi UKM juga terbagi dua menjadi Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja. Bidang tenaga kerja pindah dari Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Selanjutnya, Badan Penanggulangannya Bencana Daerah ditingkatkan levelnya pucuk pimpinannya setara eselon IIB, sehingga struktur OPD-nya juga ikut dikukuhkan kembali.
Andi Utta, sapaan akrab Andi Muchtar Ali Yusuf, mengukuhkan empat Kepala OPD, yaitu Andi Sufardiman sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Andi Syamsul Mulhayat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah, Alfian Mallihungan sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Umrah Aswani sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Adapun OPD baru lainnya akan dijabat pelaksana tugas sambil menunggu proses lelang jabatan, yaitu Badan Penanggulangannya Bencana Daerah, Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja.
Bupati Andi Utta mengatakan, meski hanya pengukuhan ulang, namun ia berharap, pelantikan tersebut menjadi momentum awal untuk memulai pekerjaan di tahun 2024.
“Kita ingin program kegiatan di tahun anggaran 2024 lebih berkualitas dan tuntas. Kita ingin program 2024 memiliki dampak nyata bagi kehidupan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Para pejabat yang dilantik, lanjutnya bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru yang harus terus diajari, harus terus minta petunjuk. Namun, dengan pengalaman puluhan tahun justru sudah harus berpikir lebih inovatif.
“Kita sudah bangun Gedung Pinisi dan Mal Pelayanan Publik, sehingga tentu kinerjanya juga harus bagus. Jangan gedungnya megah dan cantik tapi pelayanannya kurang bagus. Mindset pelayanan ini harus diubah menjadi lebih baik,” pinta bupati berlatar pengusaha ini.
Lebih jauh dikatakan, Bulukumba yang lebih maju dan lebih baik, ada di pundak aparat pemerintah.
Ia sebagai bupati hanya sebagai leader untuk mengarahkan, selebihnya para OPD-OPD yang melaksanakan program kegiatan itu.
“Bagus tidaknya program kegiatan yang dilaksanakan tergantung dari peran dan kinerja pegawai di setiap OPD,” imbuhnya.
Turut hadir pada acara pelantikan, Kajari Bulukumba Cahyadi Sabri, Sekda Bulukumba Muh Ali Saleng, dan para Kepala OPD lingkup Pemkab Bulukumba. (***)