search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Indikator Politik Indonesia Bocorkan Hasil Survei Pilgub Sulsel 2024

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 25 Juli 2024 12:06
Burhanuddin Muhtadi. foto: istimewa
Burhanuddin Muhtadi. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru periode 11-19 Juli 2024 untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2024.

Survei ini merupakan populasi seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Sulsel yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel survei menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 800 orang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulsel yang terdistribusi secara proporsional.

Kemudian dilakukan oversample di Kabupaten Bone menjadi 400 responden. Sehingga total sample sebanyak 1130 responden.

Metode yang digunakan adalah metode stratified random sampling, yang memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error/MoE) sekitar ±3.5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Sedang quality control terhadap hasil wawancara, dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti,” demikian yang dilaporkan Indikator.

Perlu diiketahui, dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu, Lembaga Survei Indikator ini, merupakan lembaga survei yang paling akurat dan jitu memotret dinamika politik yang membawa Prabowo Subiyanto-Gibran menjadi pemenang dalam kontestasi Pilpres 2024.

Prof Burhanuddin Muhtadi yang memimpin lembaga konsultan dan riset ini, pun sangat dikenal sebagai sosok memiliki independensi dan integritas yang kokoh. Prinsipnya terhadap survei yang dihasilkannya tak tergoyahkan.

Survei yang bertajuk ‘Peluang Menang Calon-calon Gubernur di Provinsi Sulsel’ ini, ingin memotret sikap dan perilaku calon pemilih di Sulsel untuk mengetahui peta dukungan politik elektoral dan ingin mengetahui faktor-faktor penting apa yang berkaitan dengan pilihan-pilihan tersebut sekaligus melihat persepsi warga Sulsel terkait isu-isu mutakhir yang mengemuka.

Hasilnya, lembaga konsultan dan riset politik terpercaya dan independen di tingkat nasional yang dikomandani Burhanuddin Muhtadi ini, menempatkan bakal calon Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, jauh unggul di atas dibanding kandidat lain.

Di survei ini juga terpotret isu-isu yang dinilai masyarakat sebagai hal yang mendesak. Pertama harga-harga mahal yang mencapai angka 22,0 persen, kemudian masalah banjir sebanyak 16,4 persen, sulit mendapat pekerjaan 12,7 persen, penanganan sampah 7,5 persen serta kemiskinan yang mencapai 5,5 persen.

Adapun terkait sifat kepemimpinan yang harus dimiliki calon gubernur, masyarakat Sulsel menempatkan sifat jujur dengan angka 30,9 persen, perhatian pada rakyat 28,4 persen, bersih dari korupsi 12,1 persen, berpengalaman 10,2 persen, dan religius 3,9 persen.

Simulasi Empat Nama

Di simulasi empat kandidat, Indikator mencatat Andi Sudirman Sulaiman jauh unggul di angka 33,4 persen, disusul Adnan Purichta Ichsan 12,9 persen, Andi Iwan Darmawan Aras 12,3 persen, dan Moh Ramdhan Pomanto dengan 8,3 persen. Pada simulasi ini, responden yang tidak menjawab/tidak tahu ada 33,1 persen.

Simulasi Tiga Nama

Pada simulasi tiga nama, Andi Sudirman Sulaiman kembali memuncaki survei dengan angka 38,3 persen, kemudian Andi Iwan Darmawan Aras 12,1 persen, disusul Moh Ramdhan Pomanto 9,8 persen. Sedang yang tidak menjawab/tidak tahu sebesar 39,8 persen.

Simulasi Dua Nama

Sedang di simulasi dua kandidat, nama Andi Sudirman Sulaiman makin melejit dengan elektabilitas 46,3 persen dan di urutan kedua Moh Ramdhan Pomanto hanya dengan 9,6 persen. Ada pun responden yang tidak menjawab sebanyak 44,1 persen.

Simulasi Dua Pasang Calon

Pada simulasi head-to-head antara pasangan calon Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati dengan Moh Ramdhan Pomanto-Indah Putri Indriani, maka paslon Andi Sudirman-Fatmawati meraih suara 47,7 persen, sedang Moh Ramdhan Pomanto-Indah Putri 17,0 persen. Yang tidak menjawab 35,2 persen.

Sedang bila terjadi head-to-head antara paslon Andi Sudirman-Fatmawati dengan paslon Andi Darmawan Iwan Aras-Adnan Purichta, maka Andi Sudirman-Fatmawati memperoleh 46,0 persen, sedang Andi Iwan Aras-Adnan 19,8 persen. Tidak menjawab sebesar 34,2 persen.

Simulasi Lawan Kotak Kosong

Dalam simulasi dua pasang antara Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati dengan kotak kosong, diperoleh angka pasangan Andi Sudirman-Fatmawati 62,1 persen, sementara kotak kosong kecil hanya 3,8 persen, sedangkan yang tidak menjawab/tidak tahu sebanyak 34 persen.

Jadi dalam survei ini terpetakan bahwa bila maju sebagai paslon melawan kotak kosong, Andi Sudirman justru semakin melejit dalam perolehan suara.

Hal ini karena kantong suara masyarakat yang selama ini masih tidak menjawab atau tidak tahu akan menjatuhkan pilihannya ke paslon Andi Sudirman-Fatmawati. Demikian pula suara yang masih goyah (swingvoters) akan beralih ke paslon Andi Sudirman-Fatmawati.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dipaparkan Indikator jika pertanyaan diajukan bahwa pemilihan diadakan ketika survei dilakukan, secara spontan Andi Sudirman Sulaiman paling banyak disebut 12.4 persen, nama lain seperti Moh Ramdhan Pomanto jauh ketinggalan.

Temuan tersebut juga menunjukkan Andi Sudirman Sulaiman merupakan kandidat paling potensial.

Walaupun dalam perkembangannya, meski Andi Sudirman Sulaiman harus bertarung dengan kotak kosong, maka Andi Sudirman justru makin berpeluang memenangkan kontestasi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top