
PLUZ.ID, MAKASSAR – Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulsel sukses menggelar Belajar Bersama di Museum Karaeng Pattingalloang.
Kegiatan Belajar Bersama di Museum Karaeng Pattingalloang ini, berlangsung selama sepuluh hari, 21-30 Oktober 2024, dengan tema ‘Belajar Ekskavasi di Museum’.
Sebanyak 500 peserta yang terdiri dari sepuluh sekolah SMA/SMK, terdiri dari tujuh SMU/SMK di Kota Makassar, satu SMU di Kabupaten Maros, 1 SMU di Kabupaten Gowa, dan satu sekolah di Kabupaten Takalar. Yaitu:
1. SMKN 1 Makassar
2. SMKN 4 Makassar
3. SMKN 5 Makassar
4. SMKN 8 Makassar
5. SMAN 16 Makassar
6. SMAN 3 Makassar
7. SMAN 8 Makassar
8. SMKN 2 Gowa
9. SMAN 8 Maros
10. SMAN 2 Takalar.
Adapun kegiatannya, yaitu:
– Hari pertama, Senin (21/10/2024), dari SMKN 1 Makassar dengan narasumber tim Dispar Sulsel
– Hari kedua, Selasa (22/10/2024), dari SMKN 4 Makassar dengan narasumber Yusriana (Dosen Unhas)
– Hari ketiga, Rabu (23/10/2024), dari SMKN 5 Makassar dengan narasumber Yusriana (Dosen Unhas)
– Hari kempat, Kamis (24/10/2024), dari SMKN 8 Makassar dengan narasumber Khadijah Thahir Muda (Dosen Unhas)
– Hari kelima, Jumat (25/10/2024), dari SMAN 16 Makassar dengan narasumber Andini Perdana (BPK Wilayah IX Makassar)
– Hari keenam, Sabtu (26/10/2024), dari SMAN 3 Makassar dengan Narasumber Andi Oddang (BPK Wilayah IX Makassar)
– Hari ketujuh, Minggu (27/10/2024), dari SM8N 4 Makassar dengan narasumber, Yusriana (Dosen Unhas)
– Hari kedelapan, Senin (28/10/2024), dari SMKN 2 Gowa dengan narasumber Andini Perdana (BPK Wilayah XIX Makassar)
– Hari kesembilan, Selasa (29/10/2024), dari SMAN 8 Maros dengan narasumber Andi Oddang (BPK Wilayah XIX Makassar)
– Hari kesepuluh, Rabu (30/10/2024), dari SMAN 2 Takalar dengan narasumber Khadijah Thahir Muda (Dosen Unhas).
Ketua Panitia, Purmawati, Jumat (1/11/2024), mengatakan, siswa siswi di Museum Karaeng Pattingalloang diberi pengetahuan tentang museum dan sejarah Benteng Somba Opu.
Selain itu, siswa langsung melakukan praktik ekskavasi dengan memperkenalkan peralatan yang dibutuhkan pada saat ekskavasi dan apa tujuan dari ekskavasi tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahyan dan pemahaman museum kepada peserta didik, menanamkan nilai kebudayaan dan permuseuman, dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum,” katanya.
“Para siswa dijemput dan diantar kembali ke sekolah setelah kegiatan,” tambahnya.
Kepala Disbudpar Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah, menyampaikan, agenda ini dalam rangka meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap warisan budaya bangsa.
Tak hanya itu, ia sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena mengajak siswa mengenal kebudayaan mereka.
“Museum ini merupakan sarana dalam pengembangan budaya dan peradaban manusia. Selain itu sebagai wahana dengan peran strategis terhadap penguatan identitas masyarakat,” ujarnya.
Arafah mengatakan, para ahli kebudayaan meletakan museum sebagai bagian dari pranata sosial dan sebagai media edukasi untuk memberikan gambaran tentang perkembangan alam dan budaya manusia ke publik.
“Ada tiga pilar utama permuseuman di Indonesia. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkuat kepribadian bangsa dan membangun ketahanan nasional dan wawasan nusantara,” katanya.
Arafah menjelaskan, pada saat masyarakat mulai kehilangan orientasi akar budaya atau jati diri, maka museum dapat memberikan inspirasi tentang hal-hal penting dari masa lalu yang harus diketahui untuk menuju ke masa depan. Sehingga, untuk menempatkan museum pada posisi sebenarnya yang strategis diperlukan gerakan bersama.
“Gerakan bersama itu dinamakan gerakan nasional cinta museum,” singkatnya.
Program Gerakan Cinta Museum ini, kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel ini, lewat belajar bersama di Museum Karaeng Pattingalloang.
Hal ini upaya memperkenalkan keberadaan museum sebagai salah satu museum di Sulsel.
“Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan Museum Karaeng Pattingalloang, tapi peserta akan diajak ke tempat lain,” tegasnya. (***)