search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Trend Hijab Road to AMBF, Ninuk Zudan Harap Ada Regenerasi dan Pembinaan Desainer Muda

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 07 November 2024 12:24
PEMBUKAAN. Pj Ketua Dekranasda Provinsi Sulsel, Ninuk Triyanti Zudan, membuka Trend Hijab Road to AMBF di Hotel Claro Makassar, Rabu (6/11/2024). foto: istimewa
PEMBUKAAN. Pj Ketua Dekranasda Provinsi Sulsel, Ninuk Triyanti Zudan, membuka Trend Hijab Road to AMBF di Hotel Claro Makassar, Rabu (6/11/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulsel, Ninuk Triyanti Zudan, membuka Trend Hijab Road to AMBF (Anging Mammiri Bussines Fair) di Hotel Claro Makassar, Rabu (6/11/2024). Event ini dilaksanakan ArtPro bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI).

Dalam kesempatan ini, Ninuk Zudan mengajak masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri, termasuk fashion.

Ia juga berharap ada regenerasi dan pembinaan terhadap desainer-desainer muda.

“Harus ada regenerasi dan pembinaan terhadap desainer-desainer muda,” ujarnya.

Ninuk mengapresiasi kegiatan ini, karena mampu menggerakkan ekonomi Sulsel, bahkan ekonomi nasional.

“Bahwa memang penyelenggaraan event fashion, termasuk fashion muslimah sebetulnya mempunyai tujuan menggerakkan ekonomi Sulsel, bahkan ekonomi nasional karena banyak yang hadir dari seluruh Indonesia,” katanya.

Ninuk berharap, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang industri fashion memanfaatkan event ini, untuk berbagi pengalaman dan praktik baik yang sudah dilaksanakan, sehingga bisa menembus pasar ekspor.

Menurut Pj Ketua TP PKK Sulsel ini, Sulsel memiliki potensi yang luar biasa di industri fashion, apalagi dengan wastra dari 24 kabupaten/kota yang jika dimodifikasi dan dikembangkan para desainer, maka bisa menembus pasar global.

“Saat pertama kali datang ke Sulsel, saya langsung jatuh cinta terhadap wastra-nya. Dan, Dekranasda terus berupaya mengembangkan wastra Sulsel, tapi tentu tidak bisa sendiri. Harus bersama desainer, termasuk dukungan dari lembaga-lembaga keuangan sangat dibutuhkan. Terima kasih Bank Indonesia selalu mendukung,” terangnya.

“Ini kesempatan emas kita, bahwa produk-produk kita tidak kalah dengan yang ada di luar negeri. Kita beli produk-produk kita sendiri,” tuturnya.

Sementara, Deputi Direktur Bank Indonesia Sulsel, Aswin Gantina, mengatakan, Bank Indonesia senantiasa mendorong pengembangan perekonomian, salah satunya UMKM agar berorientasi ekspor.

Bank Indonesia melakukan pelatihan, pembinaan dan pendampingan UMKM, termasuk yang bergerak di bidang industri fashion.

“Kami melakukan promosi perdagangan ke luar negeri, salah satunya melalui event AMBF,” katanya.

Aswin menjelaskan, AMBF mempertemukan pelaku usaha dan eksportir. Tahun ini, akan dilaksanakan akhir November 2024 nanti. Di 2022 lalu, total ekspor produk UMKM di AMBF sebesar Rp5,7 miliar. Kemudian di tahun 2023 meningkat pesat mencapai Rp28,7 miliar.

“Dalam dua tahun pelaksanaan AMBF, terdapat kesepakatan ekspor fashion sebesar Rp3,8 miliar,” ungkap Aswin.

Ia berharap, event ini bisa mendorong industri fashion menembus pasar global. Pada AMBF nanti, akan dihadiri 13 buyer dari berbagai negara. Seperti Arab Saudi, Malaysia, dan Iran.

“Kami optimistis industri fashion Sulsel bisa bersaing di pasar global,” kata Aswin.

Untuk diketahui, event Trend Hijab Road to AMBF ini, akan berlangsung selama lima hari, 6-10 November 2024. Terdapat 74 booth, yang diisi 100 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Makassar, Jakarta, Surabaya, Pekalongan, dan Bogor.

Dalam acara pembukaan juga dilaksanakan fashion show dengan menampilkan karya-karya dari desainer terkemuka peserta Trend Hijab Road to AMBF. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top