search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gubernur Sulsel Harap Makassar Percontohan Pengelolaan Sampah

doelbeckz - Pluz.id Senin, 05 Mei 2025 18:28
MUSRENBANG. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Musrenbang RPJMD Kota Makassar 2025-2029 di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (5/5/2025). foto: istimewa
MUSRENBANG. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Musrenbang RPJMD Kota Makassar 2025-2029 di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (5/5/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mendorong Kota Makassar menjadi salah satu perwakilan Sulsel untuk menjadi role model atau percontohan pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, berharap Kota Makassar adalah daerah yang menjadi pilihan untuk pengelolaan sampah dengan metode Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Refuse Derived Fuel (TPST RDF).

“Pak Wali Kota, Insya Allah Makassar menjadi salah satu program soal pengelolaan sampah berbasis Terpadu Refuse Derived Fuel (RDF) sudah kita uji coba di Pangkep,” kata Andi Sudirman Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar 2025-2029 di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (5/5/2025).

Dalam metode ini, sampah diubah menjadi bahan bakar setara batu bara. Material bahan bakar ini, kemudian dimanfaatkan pabrik semen.

Pengelolaan sampah berbasis RDF merupakan hasil pengolahan sampah yang dikeringkan untuk menurunkan kadar air dan menaikkan nilai kalornya.

Andi Sudirman menjelaskan, ini adalah program pemerintah pusat dan gagasan ini diterapkan Kementerian infrastruktur untuk energi listrik. Bahkan, Pemprov Sulsel sudah mendiskusikan dengan pemerintah pusat.

Andi Sudirman berharap, Kota Makassar masuk dalam dalam beberapa kota di Indonesia, yang masuk menjadi percontohan mengelola persampahan menggunakan energi listrik.

“Harapan kami.Kota Makassar masuk percontohan, bersama beberapa kota di Indonesia. Jadi, nanti kalau ada dicontohkan bisa di Kota Makassar,” jelas adik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini.

Saat ini persoalan sampah merupakan masalah lingkungan yang sangat serius yang dihadapi masyarakat pada umumnya. Baik itu sampah organik maupun sampah nonorganik.

Oleh karena itu, Andi Sudirman meminta Pemkot Makassar memperhatikan persoalan ini.

“Isu terkait lingkungan, soal persampahan. Kota akan banyak penduduk dan banyak sampahnya. Jangan pikir masuknya saja, yang keluar tidak dipikir. Kalau sampah tidak selesai, ini masalah besar kita. Jadi, Pak Wali Kota perhatikan ini,” tuturnya.

Keberadaan RDF ini, akan menjadi sumber pendapatan asli daerah melalui Clean Energy System. Teknologi ini juga tidak memiliki dampak negatif ke masyarakat dan lingkungan selama masa pakainya.

Andi Sudirman menambahkan, ada sekitar 26 hektare area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang menjadi solusi. Disini kebutuhannya, minimal 1.200 ton untuk menjadi energi.

“Disini kebutuhannya minimal 1.200 ton untuk menjadi energi. Kalau seperti teknologi RDF butuh 900 itu Pak Wali, kita butuh 300 alat, dikali Rp10 miliar lebih. Ini bisa menyelesaikan persoalan besar di Makassar,” tutupnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top