search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wali Kota Berpesan Jaga Multikulturalisme di Makassar

doelbeckz - Pluz.id Senin, 12 Mei 2025 15:00
KONFERDA. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (tengah), menghadiri Konferda DPD PIKI Provinsi Sulsel di Gedung PGIW Sulselbara, Jl Prof Abdurrahman Basalamah (Racing Center), Kota Makassar, Senin (12/5/2025). foto: istimewa
KONFERDA. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (tengah), menghadiri Konferda DPD PIKI Provinsi Sulsel di Gedung PGIW Sulselbara, Jl Prof Abdurrahman Basalamah (Racing Center), Kota Makassar, Senin (12/5/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Sulsel di Gedung PGIW Sulselbara, Jl Prof Abdurrahman Basalamah (Racing Center), Kota Makassar, Senin (12/5/2025).

Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sulselbara, Pdt Adrie Massie, menegaskan, komunitas dari organisasi PGI Wilayah Sulselbara siap mendukung penuh pemerintahan Munafri-Aliyah di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, lima tahun ke depan.

Oleh sebab itu, Adrie mengajak pengurus lembaga PGI Wilayah Sulselbara yang dipimpinnya untuk mengawal program pembangunan yang ada di Kota Makassar.

“Lewat kesempatan ini, kami sampaikan bahwa keterlibatan PGI Wilayah Sulselbara andil kawal pemerintahan sekarang,” jelasnya.

“Kami akan memberikan kontribusi kepada kehidupan berbangsa, terlebih pembangunan di Kota Makassar,” lanjutnya.

Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan, pembangunan di Kota Makassar, butuh kolaborasi. Sehingga Pemkot Makassar membutuhkan pemikiran dan saran dari PGI yang ada di Sulsel.

“Kami butuh kolaborasi yang baik dari hasil pemikiran PGI. Ini bisa memberikan sumbangsih rekomendasi terhadap pembangunan yang ada di kota Makassar,” jelas Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin.

Lebih lanjut, mantan Chief Executive Officer PSM Makassar ini, menyampaikan, Makassar memiliki banyak persoalan, maka dibutuhkan sinergitas agar menyelesaikan secara bersama-sama.

Lewat forum Konferda PIKI ini, Appi meminta keterlibatan PGI dalam proses pembangunan yang ada di kota saat ini.

“Baik masalah sosial, masalah infrastruktur, dan persoalan lainnya yang harus kita selesaikan sama-sama,” ucapnya.

Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh berjalan dengan hanya mengedepankan satu golongan saja. Akan tetapi dibutuhkan kolaborasi antara satu dengan yang lain, karena masing-masing punya cara pandang yang berbeda.

Menurutnya, tidak semua yang sudah dirancang dan sudah diprogramkan serta direncanakan pemerintah kota ini dilaksanakan serentak. Namun, akan dikakukan secara bertahap.

“Sehingga diharapkan, masukan gagasan check and balance di tengah-tengah masyarakat menjadi bahan kami di pemerintah. Kami berharap pemikiran dari teman-teman PIKI ini, bisa memberikan rekomendasi yang baik, memberikan masukan terhadap pola pembangunan yang ada di kota Makassar,” imbuh Appi.

“Persoalan-persoalan yang ada di depan mata ini, bukan persoalan yang mudah kita selesaikan. Tapi akan mudah ketika kita berkolaborasi untuk menyelesaikan ini,” tambah politisi Golkar ini.

Pada kesempatan ini, alumni FH Unhas ini, menekankan akan pentingnya menjaga multikulturalisme. Dimana, menghargai dan mengakui keberagaman budaya, agama, etnis, dan latar belakang dalam suatu masyarakat.

Memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu, tanpa memandang latar belakangnya. Ia mendorong interaksi dan dialog antara berbagai kelompok budaya untuk memahami dan belajar dari satu sama lain.

“Yang harus kita jaga adalah harus tahu porsi masing-masing jangan mau melebihi porsi. Ketika ada yang mau melebihi porsinya, pasti akan berantakan. Maka harus saling menjaga, baik suku, ras, agama, dan golongan lain,” saran Appi.

Menurutnya, multikulturalisme bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, harmonis, dan damai, dimana setiap individu dapat hidup dengan martabat dan menghormati perbedaan satu sama lain.

“Sudah ada porsi yang sudah diatur, kehidupan ini sudah berlangsung sedemikian lama, dan Alhamdulillah Kota Makassar sudah menjaga itu, ketika ada yang mau mengambil porsi lebih dari yang harusnya menjadi porsinya itu akan jadi persoalan,” pungkasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top