search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Unhas dan Vale Kolaborasi Mencetak SDM Unggul di Sektor Pertambangan Berkelanjutan

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 31 Mei 2025 10:00
KERJA SAMA. Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (kiri) bersama Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia Adriansyah Chaniago melakukan penandatanganan kerja sama. foto: istimewa
KERJA SAMA. Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (kiri) bersama Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia Adriansyah Chaniago melakukan penandatanganan kerja sama. foto: istimewa

PLUZ.ID, LUWU TIMUR – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat kemitraan dengan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).

Salah satu tujuan kolaborasi ini adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di sektor pertambangan berkelanjutan.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah dilakukan antara manajemen PT Vale, Unhas, dan juga melibatkan PT Huayou Indonesia, yang salah satu fokusnya adalah mendekatkan kampus Unhas kepada masyarakat Kabupaten Lutim.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, berharap, Unhas bisa memanfaatkan keberadaan PT Vale untuk bekerja sama dan mewujudkan keberlanjutan dengan optimalisasi berbagai potensi yang ada.

“Sehingga kami akan bisa berkontribusi nyata pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keberadaan PT Vale dan PT Hoayou adalah berkah bagi bangsa Indonesia. Karena tanpa perusahaan yang dapat mengelola dengan bijak, potensi sumber daya alam yang ada tidak akan bisa termanfaatkan.

“Bagi Unhas tentu sangat mensupport keberadaan industri nikel di Indonesia, karena ini untuk bangsa dan dunia. Dan, selama ini PT Vale dan PT Huayou sudah menerapkan prinsip ESG dan mengikuti berbagai standar lingkungan yang ada,” paparnya.

Prof Jamaluddin mengungkapkan, bukti nyata penerapan praktik pertambangan berkelanjutan yang dilakukan PT Vale tercermin dari pengelolaan Taman Kehati Sawerigading Wallacea yang merupakan reklamasi pascatambang.

“Nursery ini membuktikan bahwa ada peluang untuk membuat alam lebih terjamin keberlanjutannya. Keberadaan Taman Kehati Sawerigading ini, saya kira perlu kita support dan apresiasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Vale dan PT Huayou harapannya Unhas bisa turut berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar bisa terserap di industri.

Hal itu sejalan dengan visi Unhas untuk bisa berkontribusi dan memberikan dampak dan solusi terhadap industri melalui penyiapan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

“Salah satu yang kita sepakati adalah bagaimana menjadikan Luwu Timur ini, sebagai salah satu tempat berdirinya kampus Unhas yang memfokuskan kebutuhan daerah dan industrialisasi termask PT Vale, kita tidak mau orang-orang lokal hanya menjadi penonton atau low class worker, sehingga harus hadir di sini sekolah vokasi,” jelas mantan Dekan Fakultas Kehutanan ini.

Sementara, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengakui, pihaknya juga telah melakukan penandatanganan nota kesepamahan (MoU) dengan Unhas.

Salah satu fokusnya adalah menggagas sekolah vokasi yang harapannya bisa berkontribusi mendukung program hilirisasi.

“Alhamdulillah, yang menjadi kesepakatan kita adalah membuat sekolah vokasi pertambangan. Di Luwu Timur, hal ini sangat penting, karena merupakan daerah industri,” kata Ibas, sapaan akrab Irwan Bachri Syam.

Hadirnya sekolah vokasi di Lutim diharapkan, bisa berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Dengan adanya sekolah pertambangan ini nanti akan secara otomatis masuk di industri yang membutuhkan tenaga-tenaga lokal itu,” sambung Bupati Lutim.

Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, mengatakan, dalam lanskap global yang semakin terdorong menuju energi hijau dan hilirisasi mineral strategis, Indonesia hadir sebagai pemain utama dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

Namun, untuk menjawab tuntutan transformasi industri berkelanjutan, keunggulan sumber daya alam harus ditopang transformasi teknologi dan pengetahuan.

Merespons tantangan tersebut, sebuah kolaborasi strategis telah dibentuk antara PT Vale Indonesia Tbk (anggota MIND ID), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan PT Huayou Indonesia, melalui program edukasi transformasi teknologi dan Kelas Pengetahuan Hilirisasi Nikel, sebuah pusat unggulan yang memadukan riset aplikatif, pengembangan vokasi, dan inovasi industri.

Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata terhadap agenda besar Indonesia untuk membangun hilirisasi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Dengan menyatukan kekuatan industri, teknologi, dan akademik, pusat ini akan memainkan peran penting dalam mendesain ulang model pengembangan kawasan Timur sebagai episentrum baru energi dan keberlanjutan.

“Transformasi industri harus dimulai dari transformasi pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang untuk manusia, lingkungan, dan masa depan industri kita,” ujar Asril.

Sebagaimana diketahui, PT Vale Indonesia merupakan perusahaan pertambangan yang sudah beroperasi selama lebih dari 56 tahun, penerapan praktik berkelanjutan yang dilakukan adalah komitmen yang terus dijaga baik. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top