search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Vale Komitmen Perencanaan Pascatambang Demi Pertambangan Berkelanjutan

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 05 Agustus 2025 19:00
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), saat ini, belum memasuki fase pascatambang. Namun, sebagai bentuk komitmen terhadap penutupan tambang dan rehabilitasi lahan, PT Vale telah memperbarui dokumen Rencana Pascatambang (RPT) pada 2022.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, dikutip dari Laporan Keberlanjutan PT Vale Indonesia Tbk 2024, Senin (4/8/2025), mengatakan, dokumen ini mencakup seluruh area operasional di Sorowako dan telah disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan serta disetujui melalui Surat Persetujuan Revisi Rencana Pascatambang dan Penetapan Jaminan Pascatambang PT Vale Indonesia Tbk Blok Sorowako Nomor T-2204/MB.07/DJB.T/2023.

“RPT memuat berbagai kegiatan dan rencana pemulihan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucapnya.

Bernardus menjelaskan, untuk mendukung implementasi rencana tersebut, PT Vale juga telah menyediakan jaminan penutupan tambang melalui provisi keuangan sebesar AS$69.870.161, yang tercatat dalam laporan keuangan perusahaan.

Dikatakan juga, selain provisi keuangan, RPT juga mencakup provisi non-keuangan, termasuk penanganan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. PT Vale menyediakan kompensasi layak serta pelatihan kewirausahaan bagi karyawan terdampak.

“Proses PHK dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah, sosialisasi dini, dan pemenuhan hak-hak karyawan. RPT juga mencakup pengembangan dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui bantuan pengembangan kawasan perdesaan, kemitraan strategis di bidang pendidikan dan kesehatan, serta dukungan kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan,” katanya.

Sementara, untuk area Bahodopi dan Pomalaa, dokumen RPT masih dalam tahap pengembangan.

Perkiraan Umur Tambang

Sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang dan keberlanjutan operasional, PT Vale Indonesia terus mengelola sumber daya mineral secara bertanggung jawab guna memastikan pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan.

Bernardus mengakui, perkiraan umur tambang menjadi faktor penting dalam strategi operasional dan perencanaan investasi, termasuk dalam penyusunan provisi keuangan untuk penutupan tambang di masa depan.

Efisiensi dan Konservasi Mineral dalam Pengolahan Nikel

Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor pertambangan, PT Vale Indonesia memahami efisiensi dalam pemanfaatan bijih nikel adalah aspek material yang berdampak langsung pada keberlanjutan bisnis dan lingkungan.

Bernardus menjelaskan, optimalisasi pemanfaatan sumber daya tidak hanya berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi perusahaan, tetapi juga mendukung upaya pengurangan limbah dan emisi.

Untuk itu, PT Vale menerapkan berbagai inovasi dalam proses penambangan dan pengolahan nikel guna mengurangi kehilangan material berharga dan meningkatkan tingkat pemulihan nikel.

“Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan hasil dari sumber daya yang ada, sehingga mengurangi kebutuhan akan ekspansi tambang yang dapat berdampak pada lingkungan,” ucapnya.

Sebagai pemegang kontrak karya, PT Vale berkomitmen menjalankan praktik konservasi mineral sesuai KEPMEN ESDM No. 1827K/30/MEM/2018, dengan fokus pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan pengurangan limbah.

Selama 2024, PT Vale mencatat total bijih tertambang sebesar 14.668.236 wmt, dengan rata-rata kadar 1,75 persen Ni dan 0,07 persen Co.

Pada Triwulan IV 2024 realisasi recovery penambangan mencapai 95 persen, sementara recovery pengolahan dan pemurnian mencapai 90,63 persen, menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya mineral.

Selain itu, PT Vale melakukan pencatatan dan pemantauan terhadap mineral ikutan seperti Cobalt, dengan jumlah Cobalt dalam Nikel Matte yang diproduksi dan dijual selama Triwulan IV 2024 mencapai 261 ton. Pengelolaan cadangan marginal juga terus dilakukan melalui pemetaan kuantitas, kadar, dan lokasi guna memastikan optimalisasi sumber daya.

Sebagai bagian dari strategi pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali material, sepanjang 2024, PT Vale telah memanfaatkan 3.905.235 wmt slag dan 1.158.003 wmt reject dryer. Material ini digunakan untuk perkerasan jalan, area muka tambang, dan pengembangan infrastruktur tambang, sejalan dengan inisiatif sirkularitas material dalam operasional pertambangan.

“Dengan penerapan strategi konservasi mineral yang ketat dan peningkatan efisiensi pemanfaatan material, PT Vale tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan operasional dalam industri pertambangan,” bebernya.

Optimasi Pengolahan dengan Oversize Product Crusher

PT Vale Indonesia menerapkan inovasi Oversize Product Crusher dalam sistem granulasi untuk meningkatkan recovery pengolahan nikel.

Bernardus menegaskan, teknologi ini memungkinkan pemanfaatan kembali oversize reject product, yang sebelumnya dikembalikan ke tanur pemurnian, berisiko meningkatkan biaya operasi dan kehilangan unsur nikel ke terak pemurnian.

“Dengan pemasangan reject crusher, produk berukuran besar dapat dihancurkan dan digabungkan langsung dengan produk nikel sesuai spesifikasi pelanggan,” terangnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top