search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Andi Utta Berjam-jam Dialog Bersama Mahasiswa Bulukumba

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 28 November 2025 13:46
FGD. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pengurus Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (Semmi) Cabang Bulukumba di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Kamis (27/11/2025). foto: istimewa
FGD. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pengurus Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (Semmi) Cabang Bulukumba di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Kamis (27/11/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pengurus Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (Semmi) Cabang Bulukumba di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Kamis (27/11/2025).

Bupati yang lebih akrab disapa Andi Utta ini, berdialog dengan mahasiswa dan lintas elemen selama berjam-jam.

Ia berbicara memberi materi selama sejam lebih, kemudian dilanjutkan dialog sekira tiga jam lebih.

Selain Bupati Andi Utta, juga hadir sebagai narasumber dalam FGD Semmi Bulukumba, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba Andi Buyung Saputra serta Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bulukumba Hamrina A Muri.

Bupati Andi Utta terlebih dahulu menceritakan pengalamannya saat masih duduk di bangku SMA.

Ia masuk SMA di kampung halamannya di Tanete 1982. Tak sempat tamat di SMA Tanete, Andi Utta dikemudian hijrah ke SMAN 1 Makassar.

“Saya dulu empat tahun sekolah di SMA. Kalau tiga tahun, mungkin saya tidak jadi bupati seperti sekarang,” katanya dengan nada canda.

Meski latar belakangnya bukan di dunia pemerintahan dan politik, Andi Utta berhasil membangun Bulukumba secara mencolok.

Terbukti Gedung Pinisi, kawasan Pantai Merpati, hingga Gedung Ammatoa yang sebentar lagi pembangunannya tuntas, menjadi ikon baru daerah berjuluk Bumi Panritalopi.

Namun demikian, Andi Utta menyebut, pembangunan bukan hanya sebatas infrastruktur fisik semata, tapi juga membangun manusianya.

“Sumber Daya Manusia (SDM) dengan nilai-nilai dan karakter kearifan lokal yang paling penting. Manusia sebagai pusat pembangunan (Humanisme),” jelasnya.

Selajutnya, Andi Utta berpandangan, kunci kemajuan suatu daerah dan masyarakat adalah di bidang ekonomi. Jika ekonomi baik, kata dia lagi, maka sektor lainnya akan ikut baik.

“SDM (Sumber Daya Manusia) ke depan akan semakin kompetitif. Mari bersama-sama mewujudkan SDM yang mampu menjawab tantangan digital, berlandaskan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal,” terang Andi Utta.

Di momen ini juga, Semmi Cabang Bulukumba merumuskan komitmen bersama dengan para guru, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba untuk memperkuat ekosistem pendidikan daerah.

Komitmen formal ini, melalui penandatanganan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dan Kepala Disdikbud Bulukumba Andi Buyung Saputra berdasarkan naskah yang diinisiasi dan dirumuskan Semmi Bulukumba.

Dokumen komitmen tersebut memuat gagasan penguatan peran sekolah dan guru, termasuk penegasan orang tua perlu memberikan kepercayaan dan hak otoritas penuh kepada pihak sekolah dalam proses pendidikan tanpa intervensi yang menghambat pembelajaran.

Ketua Semmi Bulukumba, Andika Pratama, mengatakan, rumusan gagasan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi menjadi ruang yang aman bagi guru untuk mendidik dan bagi siswa untuk belajar. Kolaborasi dengan pemerintah daerah adalah langkah penting untuk mewujudkan hal itu,” ucapnya.

Dalam naskah komitmen tersebut, Semmi merumuskan enam poin gagasan yang menekankan pentingnya hubungan harmonis antara sekolah, guru, dan orang tua.

Beberapa diantaranya menegaskan hak otoritas sekolah dalam proses belajar-mengajar, komitmen orang tua untuk menghormati mekanisme pendidikan, serta kewajiban menjaga nama baik sekolah termasuk di ruang digital.

Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Andi Buyung Saputra, mengapresiasi inisiatif mahasiswa tersebut.

Ia menilai, masukan Semmi sejalan dengan arah kebijakan pendidikan daerah.

Komitmen ini memperkuat ruang gerak guru untuk mengajar dengan lebih profesional dan kreatif. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top