search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bapenda Bulukumba Terapkan Tiga Inovasi Digital Pengelolaan PAD

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 18 Desember 2025 23:21
Andi Muchtar Ali Yusuf. foto: istimewa
Andi Muchtar Ali Yusuf. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperkenalkan tiga inovasi digital pengelolaan Pajak Asli Daerah (PAD) termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Ketiga inovasi tersebut menjadi kado istimewa di penghujung 2025.

“Hari ini kita sosialisasikan tiga inovasi Bapenda Kabupaten Bulukumba, yaitu aplikasi Geomaps, aplikasi Siprida dan aplikasi Sipanrita,” kata Andi Muh Arfah, Kepala Bapenda Kabupaten Bulukumba dalam laporannya di Lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Kamis (18/12/2025).

Andi Arfah memaparkan, Siprida merupakan singkatan dari Sistem Informasi Pajak dan Retribusi Daerah. Sedangkan Sipanrita adalah singkatan dari Sistem Pembayaran Pajak Terintegrasi.

“Aplikasi Geomaps dalam rangka percepatan pelayanan dan akurasi data pendaftaran objek pajak, serta pelayanan perubahan objek tanah dan bangunan,” katanya.

“Kalau Kota Makassar punya kanal pembayaran Pakinta, maka Bulukumba punya kanal pembayaran pajak nantinya melalui aplikasi Sipanrita,” sambungnya.

Kemudian, aplikasi Siprida bertujuan untuk mengoptimalkan administrasi dan monitoring pelayanan pajak daerah lainnya dan retribusi daerah. Ia berharap ketiga inovasi ini dapat diluncurkan tahun 2026 mendatang.

“Untuk tahun depan, kami akan melaksanakan pemutakhiran data untuk dua kecamatan, yaitu Ujung Bulu dan Gantarang. Mengingat dua kecamatan ini sangat pesat pembangunannya untuk akurasi data objek pajak,” jelasnya

“Tentunya Bapenda berkolaborasi dengan Bank Sulselbar selaku bank mitra pemerintah daerah sebagai muara penerimaan pendapatan daerah di Kabupaten Bulukumba, serta Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bulukumba,” tambahnya.

Sementara, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menegaskan PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing.

Sebab itu, kata bupati yang akrab disapa Andi Utta ini, dibutuhkan kerja kolaboratif, data yang akurat, serta komitmen kuat secara bersama-sama untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaannya.

“Di era digital saat ini, kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama. Dengan demikian, kehadiran aplikasi Geomaps, Siprida, dan Sipanrita menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam melakukan transformasi digital pengelolaan pendapatan daerah,” ujarnya.

Andi Utta berharap, seluruh OPD, camat, hingga pemerintah desa dan kelurahan dapat memahami, memanfaatkan, dan mengoptimalkan ketiga aplikasi ini dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

“Jangan sampai sistem sudah tersedia, tetapi tidak digunakan secara maksimal. Teknologi hanyalah alat, keberhasilannya sangat ditentukan oleh komitmen dan kedisiplinan kita dalam menggunakannya,” imbuhnya.

Selain Bupati Andi Utta, sosialisasi tiga inovasi ini, juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba Syahruni Haris, Sekda Bulukumba Muh Ali Saleng, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Bulukumba Andi Yudiarti Hadrawi, pimpinan OPD, camat, hingga kepala desa dan lurah.

Syahruni Haris berpendapat, sudah seharusnya semua pihak menyesuaikan kondisi saat ini yang serba digital. Dengan adanya inovasi Bapenda, maka wajib pajak diharap bisa lebih mudah terlayani, baik orang perorangan maupun kelompok pengusaha dalam mengidentifikasi potensial pajak dan retribusi.

Dengan begitu, secara otomatis memudahkan Bapenda untuk mengatur regulasinya, mengurangi kebocoran dan meningkatkan potensi pajak dan retribusi yang lainnya.

“Jadi sama-sama memperoleh manfaat, baik masyarakat maupun pemerintah. Aplikasi ini melahirkan suatu sistem yang saling memahami akan kewajiban dan hak-hak masyarakat,” ungkapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top