search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Guru Besar UMB Palopo Serukan Transformasi Kesehatan Berbasis Keadilan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 21 Juni 2026 23:53
Prof Dr Andi Alim SE SKM MKes. foto: istimewa
Prof Dr Andi Alim SE SKM MKes. foto: istimewa

PLUZ.ID, PALOPO – Pengukuhan Prof Dr Andi Alim SE SKM MKes sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sosiologi Kesehatan Masyarakat Universitas Mega Buana (UMB) Palopo menghadirkan gagasan penting mengenai arah baru pembangunan kesehatan di Indonesia. Melalui orasi ilmiah berjudul “Transformasi Sosial, Kesehatan, dan Keadilan: Membangun Paradigma Sosiologi Kesehatan yang Emansipatoris dan Transformatif,” Prof. Andi Alim mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat kesehatan sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan keadilan sosial.

Dalam pidatonya, Prof. Andi Alim menegaskan bahwa berbagai persoalan kesehatan masyarakat seperti stunting, malnutrisi, HIV/AIDS, keselamatan kerja, hingga ketimpangan akses layanan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan medis dan teknis. Menurutnya, akar persoalan tersebut sering kali berasal dari struktur sosial yang tidak adil, kemiskinan, marginalisasi kelompok tertentu, lemahnya modal sosial, serta kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat rentan.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman penelitian yang dilakukannya selama lebih dari dua dekade menunjukkan bahwa kesehatan merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan harus bergerak dari pendekatan yang bersifat kuratif menuju pendekatan yang lebih transformatif dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama perubahan.

Salah satu gagasan utama yang disampaikan dalam orasi tersebut adalah pentingnya membangun Paradigma Emansipatoris Sosiologi Kesehatan, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan transformasi sosial, pemberdayaan komunitas, penguatan modal sosial, penghormatan terhadap budaya lokal, dan perjuangan mewujudkan keadilan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Paradigma ini dikembangkan berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan pada isu stunting, HIV/AIDS, kesehatan ibu dan anak, keselamatan kerja, serta dinamika kelompok rentan di berbagai daerah Indonesia.

Menurut Prof. Andi Alim, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari menurunnya angka penyakit, tetapi juga dari meningkatnya kapasitas masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan mereka sendiri. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kesehatan masyarakat.

Dalam agenda keilmuan ke depan, ia mengusulkan empat arah utama pengembangan Sosiologi Kesehatan di Indonesia, yaitu penguatan hubungan antara kesehatan dan keadilan sosial, pengembangan intervensi kesehatan berbasis budaya lokal, peningkatan literasi kesehatan generasi muda, serta advokasi bagi kelompok rentan dan komunitas subaltern yang selama ini kurang memperoleh akses terhadap sumber daya pembangunan.

Prof. Andi Alim juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih inklusif. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat dan menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat solidaritas sosial, serta mengurangi berbagai bentuk ketimpangan kesehatan.

Menutup orasinya, Prof. Andi Alim menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan sejatinya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Jabatan Guru Besar yang disandangnya dipandang bukan sebagai pencapaian akhir, melainkan sebagai amanah untuk terus mengembangkan ilmu yang berpihak pada kemanusiaan dan keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa kesehatan yang adil hanya dapat terwujud melalui transformasi sosial yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

Pengukuhan Guru Besar ini menjadi tonggak penting bagi Universitas Mega Buana Palopo dalam memperkuat kontribusi akademik di bidang kesehatan masyarakat sekaligus memperkaya khazanah pemikiran Sosiologi Kesehatan Indonesia yang berorientasi pada pemberdayaan, partisipasi, dan keadilan sosial. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top