search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Yonggris Kembali Pimpin Permabudhi Sulsel 2026-2031, Perkuat Kerukunan, Ekoteologi, dan Kaderisasi

doelbeckz - Pluz.id Senin, 26 Oktober 2026 10:00
PENGUKUHAN. Ketua Umum Permabudhi yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Philip Kuntjoro Widjaja, mengukuhkan Yonggris sebagai Ketua Permabudhi Sulsel 2026-2031 pada Musda III Permabudhi Sulsel 2026 di Hotel Horison Makassar, Sabtu (24/10/2026). foto: istimewa
PENGUKUHAN. Ketua Umum Permabudhi yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Philip Kuntjoro Widjaja, mengukuhkan Yonggris sebagai Ketua Permabudhi Sulsel 2026-2031 pada Musda III Permabudhi Sulsel 2026 di Hotel Horison Makassar, Sabtu (24/10/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) III Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulsel 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Ekoteologi berlangsung sukses, lancar, dan penuh keharmonisan di Hotel Horison Makassar, Sabtu (24/10/2026).

Forum ini menetapkan arah program kerja lima tahun ke depan, etika dan keluhuran budi pengurus, serta memilih kembali Yonggris sebagai Ketua PD Permabudhi Sulsel periode 2026-2031.

Pembukaan Musda dilakukan Gubernur Sulsel yang diwakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Andi Winarno Eka Putra,

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Permabudhi yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Philip Kuntjoro Widjaja, unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, organisasi kepemudaan, dan berbagai undangan. Doa pembukaan dipimpin Bhikkhu Bhadra Cetana Sthavira.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional Ekoteologi, yang menghadirkan tiga pembicara, yakni Philip Kuntjoro Widjaja, Hening Purwati Parlan Aktivis Lingkungan PP Muhammadiyah, dan Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa.

Seminar membahas pentingnya membangun kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas iman untuk menjawab tantangan krisis lingkungan.

Pesan utama seminar menegaskan, merawat alam bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga tanggung jawab kemanusiaan dan spiritual. Kerukunan antarumat beragama diharapkan tidak berhenti pada hidup berdampingan, tetapi diwujudkan melalui aksi bersama yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Setelah seminar, sidang-sidang musda berhasil menetapkan program kerja Permabudhi Sulsel periode 2026–2031, menetapkan Etika dan Keluhuran Budi Pengurus Permabudhi, serta menetapkan susunan kepengurusan lengkap yang terdiri atas dewan pengawas dan pengurus daerah.

Melalui proses musyawarah, Yonggris kembali dipercaya secara aklamasi memimpin Permabudhi Sulsel untuk periode ketiga sekaligus periode terakhirnya, sesuai ketentuan AD/ART organisasi.

Ketua Umum Permabudhi, Philip Kuntjoro Widjaja, mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan kepada Yonggris.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan periode terakhir ini, untuk mempersiapkan kader penerus agar kesinambungan kepemimpinan organisasi pada periode 2031-2036 dapat berjalan baik.

Yonggris menegaskan, kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan kolaborasi antar-majelis anggota Permabudhi, perluasan kemitraan dengan pemerintah dan berbagai pihak, pelaksanaan program sosial yang berdampak nyata, serta kaderisasi pemimpin masa depan.

“Ini adalah periode terakhir untuk saya. Oleh sebab itu, saya ingin mengajak semua bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengabdi dengan tulus,” demikian pesan Yonggris.

Kepengurusan lima tahun mendatang juga diarahkan untuk memperkuat kegiatan sosial dan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, serta gerakan pelestarian lingkungan.

Penetapan etika dan keluhuran budi pengurus menjadi landasan penting agar setiap pengurus menjalankan amanah dengan integritas, keteladanan, dan tanggung jawab.

Rangkaian musda ditutup pada malam hari melalui acara penutupan yang dihadiri Ketua Umum Permabudhi, Philip Kuntjoro Widjaja, dan ditutup Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel yang diwakili Pembimas Buddha Sulsel. Doa pemberkahan dipimpin Bhikkhu Bhadra Bakti Sthavira.

Pelantikan pengurus PD Permabudhi Sulsel masa bakti 2026–2031 menjadi bagian dari rangkaian pengukuhan kepengurusan baru.

Dalam sambutan penutupan, penguatan moderasi beragama, dialog lintas iman, dan kepedulian lingkungan menjadi pesan penting bagi kepengurusan yang baru.

Eco Dhamma diharapkan diterjemahkan ke dalam tindakan konkret, mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, hingga pemeliharaan kebersihan rumah ibadah dan lingkungan sekitar.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib serta penuh semangat kebersamaan.

Musda III ini, menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen Permabudhi Sulsel untuk merawat kerukunan, memperluas pengabdian sosial, menjaga kelestarian alam, dan menyiapkan generasi pemimpin berikutnya.

Dengan semangat ‘Bersatu Harmoni, Tulus Mengabdi’, Permabudhi Sulsel berkomitmen menghadirkan organisasi yang semakin solid, inklusif, dan memberi dampak nyata bagi umat, masyarakat, serta lingkungan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top