“Saya mendukung Pak Supriansa, karena berbagai alasan. Beliau menjanjikan transparansi, keadilan, merekatkan faksi, dan menjanjikan semangat,” tegas Nawir pada seorang pengurus yang mengancam dan membujuknya untuk pindah arah dukungan tersebut.
Nawir bahkan mengaku, membujuk dan menjelaskan kepada pengurus tersebut agar lebih baik mendukung Supriansa sebagai Ketua.
“Beliau menjanjikan emansipasi politik, politik tanpa mahar sesuai komitmen Ketua Umum DPP Golkar,” katanya.
Selain itu, kader Golkar berlatar belakang doktor tersebut, berprinsip diskresi Ketua Umum DPP perlu dikawal dan dijaga.
“Kata diskresi itu adalah kata pengecualian yang juga istimewa. Apakah ini represif? Tidak…sebab ini sudah diatur dalam konstitusi partai yang saya kira ada sebabnya kenapa ini dikeluarkan,” urai Nawir.
Mengenai kabar pencopotannya jika benar dicopot, ia melihat juga tidak sah, sebab pada saat rapat pleno dirinya tak hadir sebab tak ada pemberitahuan.
“Selaku sekretaris kan seharusnya saya yang bertandangan dan mengetahui. Tapi ini tidak ada,” ungkapnya.