Salah satunya terkait insentif Ketua RT/RW yang saat ini sering datang terlambat. Pengakuan warga, itu mulai terjadi saat Danny Pomanto tidak lagi menjabat Wali Kota Makassar.
“Saya ini sudah empat bulan mi tidak terima insentif, Bu. Padahal dulu itu lancar sekali. Mudah-mudahan Pak Danny bisa terpilih lagi dan bisa seperti dulu lagi,” kata Nur Hayati, Ketua RT setempat.
Mendengar hal itu, Fatma menerangkan bahwa Danny Pomanto bersama dirinya sudah menyiapkan program khusus untuk RT/RW bila terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2021-2026. Program yang dimaksud adalah menaikkan insentif ketua RT/RW dari Rp1 juta menjadi Rp2 juta.
“Masyarakat Makassar adalah pemilih yang bisa membedakan mana yang sudah memberi bukti,” kata Fatma.
Pada kesempatan ini, Fatma juga mengingatkan bahwa pemilihan 9 Desember mendatang adalah pesta demokrasi untuk seluruh masyarakat Kota Makassar. Akan menentukan bagaimana nasib untuk lima tahun depan.
“Jangan ki gadai suara ta dengan yang ada anunya (politik uang/money politics). Jangan juga karena perbedaan pilihan membuat kita semua berselisih. Mari menjadikan pilkada damai dan bermutu,” seru Fatma. (***)