Terpisah, Wakil Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, Ahmad Ali, menjelaskan, secara garis besar kader dipersilakan menggunakan hak pilihnya kepada siapa saja. Dengan catatan, selama dalam kontestasi tersebut tak ada kader dari Pemuda Pancasila.
“Jadi Pemuda Pancasila itu ada di mana-mana, tapi tidak kemana-mana. Silakan kader menggunakan hak pilihnya kepada siapa saja. Selama tak ada kader ikut maju atau berkompetisi,” kata Ahmad Ali yang diamanahkan menjabat di Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Kader se-Indonesia.
Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini, menambahkan, bila ada kader yang ikut berkompetisi, maka sudah menjadi kewajiban mendukungnya. Tak ada alasan apapun.
Ahmad Ali mencontohkan kontestan di Pilwalkot Makasaar. Dari empat paslon yang bertarung, Danny Pomanto satu-satunya kader dari Pemuda Pancasila. Malah, Danny sudah menuju dua periode mengemban jabatan Ketua Majelis MPO MPC Pemuda Pancasila Kota Makassar.
“Ada kader Pemuda Pancasila ikut maju seperti DP (Danny Pomanto) di Makassar, itu wajib kita dukung. Dan ini perintah,” tegas Ahmad Ali.
Pihaknya juga mengingatkan kepada pihak-pihak membawa nama Pemuda Pancasila kepada kandidat lainnya yang memang diketahui bukan kader. (***)